Workshop Kombel Inspirasi SLI Bahas Asesmen Pembelajaran Mendalam

Kulon Progo (MIN2KP) – Kegiatan Workshop Kombel Inspirasi Sekolah Literasi Indonesia (SLI) Kabupaten Kulon Progo memasuki hari kedua pada Jum’at (10/10/2025). Setelah sebelumnya membahas tentang pembelajaran mendalam, pada sesi kali ini peserta mendapatkan materi penting tentang asesmen dalam pembelajaran. Kegiatan ini Bertempat Gedung Sadewa Dinas Dikpora Kulon Progo
Nara sumber pada kegiatan hari kedua yakni Wendhi Prayitno, S.Kom., M.T. dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam pemaparannya Wendhi menyampaikan materi bertema Asesmen dalam Pembelajaran Mendalam. Ia menekankan pentingnya proses penilaian sebagai bagian yang sangat penting dari kegiatan belajar.
Wendhi menjelaskan bahwa asesmen tidak hanya berfungsi untuk mengukur hasil belajar. Tetapi juga untuk memperbaiki dan mengembangkan proses pembelajaran. Penilaian formatif dan sumatif menjadi topik utama yang dikaitkan langsung dengan penerapan pembelajaran mendalam.
“Asesmen formatif digunakan untuk memberikan umpan balik selama proses belajar. Sedangkan asesmen sumatif digunakan untuk menilai capaian akhir peserta didik. Keduanya harus saling melengkapi agar pembelajaran benar-benar berfokus pada perkembangan siswa,” ujar Wendhi.

Selama workshop peserta tidak hanya mendengarkan paparan materi. Tetapi juga terlibat aktif dalam kegiatan kerja kelompok. Setiap kelompok diminta untuk menganalisis contoh kasus asesmen dan menyusun rancangan penilaian yang relevan dengan pembelajaran mendalam. Hasil kerja kelompok kemudian dipresentasikan di hadapan peserta lain untuk mendapatkan masukan dan refleksi bersama.
Kegiatan hari kedua ini berjalan dengan interaktif dan inspiratif. Karena para kepala sekolah/madrasah dan guru yang berjumlah 35 orang ini saling bertukar pengalaman serta gagasan mengenai pelaksanaan asesmen yang efektif di lembaganya masing-masing.
Kepala MIN 2 Kulon Progo, Hartati, S.Pd.I., M.Pd. yang juga menjadi salah satu peserta workshop, menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan tersebut. “Materi tentang asesmen ini sangat bermanfaat. Terutama dalam memahami bagaimana penilaian dapat menjadi bagian dari proses belajar. Bukan hanya sebagai alat ukur. Kami mendapatkan banyak inspirasi untuk menerapkan asesmen formatif yang lebih reflektif dan bermakna di madrasah,” ungkap Hartati. (ttk/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!