MI Ma’arif Ngipik Rutin Gelar Amaliyah Tahlil

Kulon Progo (MIMA Ngipik) – Seluruh warga MI Ma’arif rutin melaksanakan amaliyah tahlil di Musala Al Furqon madrasah setempat. Hal itu sebagai bentuk kegiatan rutin bagi peserta didik MI Ma’arif Ngipik yang dilaksanakan setiap Jum’at pagi. Salah satunya dilaksanakan pada Jum’at (14/11/2025) pagi. Kegiatan bersifat wajib diikuti oleh seluruh peserta didik dan guru.

Tata cara tahlil ini diawali dengan tadarus surat-surat pendek. Kemudian memanjatkan doa untuk ahli kubur. Diikuti dengan pembacaan surat Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan zikir tahlil, selawat, dan ditutup dengan do’a.

Melalui tradisi tahlil di madrasah ini anak-anak diajarkan untuk menghormati dan mendoakan ahli kubur. Hal ini merupakan bentuk penghormatan dan kepedulian serta menanamkan rasa tanggung jawab pada anak-anak untuk selalu berbuat baik. Selain itu untuk mengajarkan dan mengenalkan kepada anak-anak bahwa tahlil ini memiliki sejarah dan tradisi tersendiri bagi umat muslim.

Salah satu guru MI Ma’arif Ngipik, Wasriyati menyampaikan beberapa manfaat amalan tahlil. “Ada berbagai manfaat dari kegiatan rutin tahlil ini. Di antaranya adalah anak-anak mampu mengenal amalan Ahlussunnah wal jamaah. Membiasakan anak-anak melafalkan lafal-lafal zikir sejak dini. Selain itu supaya anak-anak mengetahui bahwa mendoakan ahli kubur itu percaya akan tersampai kepada mereka. Termasuk juga untuk ketenangan jiwa masing-masing anak dengan berzikir dan beristighfar untuk penenangan jiwa. Juga untuk pendekatan kepada Allah SWT,” terang Wasriyati.

Kepala Madrasah, Bayu Rahmat Santosa, S.Pd., M.Pd. juga menyampaikan bahwa kegiatan ini wajib dilaksanakan setiap Jum’at supaya mampu membentuk karakter yang baik untuk anak-anak. Dengan terbentuknya karakter baik ini dapat menjadikan mereka generasi muda yang paham agama dan memiliki berkepribadian baik.

“Untuk membiasakan anak-anak membaca tahlil, kita perlu memberi contoh terlebih dahulu terutama di lingkungan madrasah. Kita mempunyai program pembiasaan tahlil ini setiap Jum’at pagi sebelum anak-anak memulai Kegiatan Belajar Mengajar di kelas masing-masing. Selain itu bisa membentuk karakter yang baik untuk anak-anak dalam kehidupan sehari hari, termasuk dalam kegiatan keagamaan,” ujarnya.

“Anak-anak juga terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan. Bahkan saya lihat sekarang anak-anak sudah hafal membaca tahlil. Dengan ini apabila di rumahnya ada acara tahlil, anak-anak ini mampu mengikuti dengan baik,” pungkas Kamad. (dev/abi).

#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *