MIMUHGA Laksanakan BIAS Wujudkan Komitmen Jaga Kesehatan Murid

Kulon Progo (MIMUHGA) – MI Muhammadiyah Garongan (MIMUHGA) menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kesehatan peserta didik dengan menyelenggarakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Kegiatan yang bekerjasama dengan UPT Puskesmas Panjatan II ini berjalan lancar dan sukses mengimunisasi seluruh siswa kelas I, II, dan V pada Kamis (20/11/2025).

Kepala MI Muhammadiyah Garongan, Siti Nurhayati, S.Ag., M.S.I. menegaskan bahwa pihak madrasah telah melakukan persiapan matang untuk menyambut program pemerintah ini. “Kami telah mengedarkan formulir skrining dan persetujuan imunisasi kepada orang tua. Selain itu kami juga mengimbau para wali murid untuk memastikan anak-anak telah sarapan dan dalam kondisi sehat sebelum menerima imunisasi,” jelas Siti.

“Terima kasih Puskesmas Panjatan II. Dengan imunisasi ini tanggung jawab kami tidak berhenti pada pembentukan akhlak dan ilmu pengetahuan. Tetapi juga menjaga fisik dan jasmani murid. BIAS adalah bukti bahwa MIMUHGA hadir sebagai madrasah kedua yang melindungi mereka. Komitmen kami untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara spiritual dan intelektual. Tetapi juga tangguh secara fisik. Anak-anak dapat tumbuh sehat dan tetap menjaga kebiasaan baik. Seperti rutin sarapan pagi agar kebutuhan nutrisi mereka terpenuhi,” pungkas Siti Nurhayati.

Narasumber dari Puskesmas, Sagina Naibaho selaku penanggung jawab imunisasi memaparkan pentingnya program ini. “Program BIAS dilaksanakan karena imunisasi dasar yang telah diberikan pada usia bayi kekebalannya mulai menurun. Imunisasi ulangan di madrasah ini sangat diperlukan untuk memberikan kekebalan jangka panjang bagi anak,” tutur Sagina.

Sementara itu koordinator UKS MIMUHGA, Eny Herlina Astuti, S.Pd. menerangkan jenis imunisasi yang diberikan. “Alhamdulillah, proses imunisasi berjalan lancar. Kelas I mendapatkan imunisasi DT (Difteri Tetanus). Sedangkan kelas II dan V mendapatkan imunisasi TD (Tetanus Difteri). Semua anak di ketiga tingkat tersebut sudah diimunisasi lengkap,” ujar Eny.

Sebagai tindak lanjut, Bidan Eni Nurhidayat yang bertugas memberikan imunisasi menyampaikan pesan kewaspadaan. “Apabila muncul reaksi KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) atau ada hal yang perlu didiskusikan. Pihak orang tua dapat menghubungi petugas imunisasi UPT Puskesmas Panjatan II,” pesannya. (rat/sit/abi).

#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *