Batu-Batu di Jalan Pengabdian

Oleh: Kenzie Bhamakerti
MTsN 5 Kulon Progo
Pagi datang masih kelabu,
Ibu guru melangkah tanpa ragu.
Jalan berbatu menahan laju,
Namun tekadnya tak pernah layu.
Roda motornya sering tergelincir,
Tpi semangatnya tak pernah minggir.
Meski hujan deras turun menyirir,
Ia tetap datang membawa hati yang mengalir.
Sepatunya kotor tak terperikan,
Bajunya lembab karena perjalanan.
Namun senyumnya tetap jadi pegangan,
Penopang mimpi dan masa depan.
Setiap batu menggores telapak kaki,
Namun tak menggoyahkan janji.
“Selama masih ada murid yang menanti,
Aku tetap mengajar sepenuh hati.”
Kami terdiam, dada bergetar,
Melihat perjuangan yang tak terdengar.
Tanpa kamera, tanpa sorak-sorai besar,
Beliau berjuang dari pagi sampai petang yang hambar.
Kelak jika dunia bertanya pada kami,
Siapa pahlawan tanpa panggung dan gaji tinggi
Kamilah saksi dari cinta sejati,
Yang berjalan di jalan batu demi ilmu di hati.
Terima kasih, guru… bukan sekadar karena engkau hadir setiap hari,
Tapi karena engkau tak pernah pergi
Walau jalan menuju sekolah ini
Tak pernah memudahkan diri.



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!