Guru dan Pegawai MTsN 6 Kulon Progo Aktif dalam Program Bersih-Bersih Rumah Ibadah KanKemenag

Kulon Progo (MTsN6KP) – Sebagai langkah konkret dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama dan memelihara kerukunan antarumat, sejumlah guru dan pegawai MTsN 6 Kulon Progo berpartisipasi aktif dalam kegiatan bersih-bersih rumah ibadah lintas agama. Kegiatan kolaboratif ini dipusatkan di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Ngetakrejo, Lendah, pada hari Selasa, 16 Desember 2025.

Kegiatan ini merupakan inisiatif Kantor Kementerian Agama (KanKemenag) Kabupaten Kulon Progo sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80. Tujuannya jelas, yaitu mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan solidaritas sosial antarumat beragama di wilayah tersebut. Partisipasi penuh dari civitas akademika MTsN 6 Kulon Progo menyoroti peran strategis lembaga pendidikan ini dalam mewujudkan dan mengamalkan semangat kebhinekaan secara langsung.

Kepala MTsN 6 Kulon Progo, Muhammad Muslich Purwanto, S.Ag., menegaskan bahwa keikutsertaan ini merupakan perwujudan visi madrasah yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik dan keagamaan, tetapi juga pada kepedulian sosial dan keharmonisan lingkungan. Beliau menyatakan, “Kami percaya bahwa pendidikan terbaik adalah teladan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan kepada siswa dan masyarakat bahwa kebhinekaan adalah kekayaan yang harus dirawat melalui aksi nyata, seperti gotong royong membersihkan tempat ibadah saudara-saudara kita,” ungkapnya.

Meskipun didominasi oleh peserta beragama Islam, guru dan pegawai MTsN 6 Kulon Progo menunjukkan antusiasme tinggi selama membersihkan area GKJ Ngetakrejo, mulai dari menyapu hingga merapikan lingkungan sekitar. Interaksi yang terjalin dengan pengurus gereja dan peserta dari instansi lain menciptakan suasana kehangatan yang menunjukkan adanya jembatan komunikasi yang kuat.
Suroto, S.Ag., salah satu guru yang berpartisipasi, turut memberikan pandangannya, “Bagi kami di MTsN 6 Kulon Progo, kegiatan ini bukan sekadar tugas, melainkan panggilan hati untuk mempraktikkan apa yang selalu kami ajarkan: toleransi dan gotong royong. Kami sebagai pendidik merasa bertanggung jawab memberikan contoh langsung kepada siswa bahwa kerukunan tidak hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata.”

Secara institusional, kegiatan bersih-bersih rumah ibadah lintas agama ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang mampu memicu lembaga pendidikan lain untuk secara proaktif merawat dan menumbuhkan sikap toleransi serta kerukunan di tengah masyarakat. Dengan demikian, partisipasi MTsN 6 Kulon Progo menjadi indikator konkret bahwa madrasah adalah instrumen kunci dalam mengajarkan dan mengaplikasikan konsep Moderasi Beragama di Indonesia. (nhc/don)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *