Guru MIN 1 Kulon Progo Ungkap Pakaian Adat Simpan Makna dan Cerita

Kulon Progo (MIN1KP) – MIN 1 Kulon Progo terus menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap budaya local. Salah satunya melalui kegiatan pembiasaan memakai pakaian adat Yogyakarta setiap Kamis Pon.

Tradisi ini menjadi salah satu cara madrasah mengenalkan filosofi budaya Jawa. Sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa. Pada Kamis Pon (27/11/2025) suasana kelas tampak berbeda ketika para siswa hadir dengan busana adat yang anggun dan penuh makna.

Guru kelas IV A, Puji Astuti, S.Ag., S.Pd.I., M.Pd. menyampaikan bahwa setiap pakaian adat Yogyakarta menyimpan makna dan cerita tersendiri. “Busana adat tidak hanya indah secara tampilan. Tetapi juga sarat dengan simbol keanggunan, kesakralan, serta nilai kesopanan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Pakaian adat adalah wujud kebanggaan akan jati diri. Sekaligus pengingat tentang pentingnya melestarikan budaya,” terangnya.

Salah satu siswa kelas IV A, Athalla Rafardhan Bagasditya mengungkapkan rasa senangnya mengikuti kegiatan ini. “Senang, soalnya pakaiannya bagus dan beda dari biasanya,” ujarnya.

Ia mengaku bangga bisa mengenakan pakaian adat yang membuatnya semakin mengenal budaya daerahnya sendiri.

Program pemakaian pakaian adat ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran budaya sejak dini, menanamkan rasa hormat terhadap tradisi, serta memperkaya pengalaman belajar siswa di MIN 1 Kulon Progo. Dengan dukungan guru dan siswa kegiatan ini menjadi langkah kecil namun bermakna dalam merawat identitas budaya di lingkungan madrasah. (yay/abi).

#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *