Hadapi Tantangan Zaman, KUA Panjatan Bedah Strategi Parenting Digital di Masjid Al-Husna

Kulon Progo (KUA Panjatan) – Menghadapi arus digitalisasi yang kian masif, Kantor Urusan Agama (KUA)  Panjatan terus berkomitmen memberikan edukasi langsung kepada masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Panjatan dalam kegiatan Kajian Rutin Keputrian yang diselenggarakan di Masjid Al-Husna, Pandowan, Galur, pada Sabtu (13/12/2025) sore.

Acara yang  dihadiri oleh sekitar 70 jamaah yang tampak antusias mengikuti jalannya kajian. Kehadiran narasumber dari KUA Panjatan disambut hangat oleh Ketua Keputrian, Novi, bersama Zuliyanti serta jajaran pengurus lainnya.

Pengurus keputrian menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran penyuluh dari KUA Panjatan. Ia menekankan bahwa tema digital parenting sangat dibutuhkan oleh para ibu di wilayah Pandowan.

“Kami menyadari bahwa mendidik anak zaman sekarang jauh berbeda dengan zaman dulu. Banyak ibu-ibu yang merasa khawatir dengan pengaruh gadget. Oleh karena itu, kami sangat bersyukur KUA Panjatan bersedia hadir memberikan pencerahan agar kami para orang tua tidak gagap teknologi dan tetap bisa mengarahkan anak dengan cara yang islami,” tutur  Novi.

Dalam sesi inti, Penyuluh Agama Islam KUA Panjatan, Kartiwin, S.Pd.I., M.S.I., memaparkan materi bertajuk “Mengasuh Anak di Era Digital: Tantangan dan Strategi Orang Tua”. Ia menekankan bahwa orang tua tidak bisa lagi menutup mata terhadap perkembangan teknologi, namun harus memiliki strategi khusus agar anak-anak tidak terjerumus pada dampak negatif dunia maya. Kartiwin menjelaskan bahwa kunci utama terletak pada komunikasi yang terbuka dan penanaman nilai agama sebagai benteng karakter anak sejak dini

Kepala KUA Kapanewon Panjatan, H. Basid Rustami, S.Ag., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif pengurus Keputrian Pandowan. Ia menyatakan bahwa sinergi antara penyuluh agama dan komunitas masyarakat sangat penting untuk menciptakan ketahanan keluarga.

“Kami sangat mengapresiasi semangat ibu-ibu di Pandowan. Edukasi mengenai pola asuh ini adalah langkah nyata dalam menjaga generasi bangsa dari pengaruh negatif teknologi,” ungkap Basid.

Kegiatan ini selaras dengan program prioritas Kementerian Agama RI, khususnya terkait Penguatan Ketahanan Keluarga. Melalui edukasi parenting, KUA berperan aktif dalam mencegah degradasi moral dan memastikan bahwa unit terkecil masyarakat yaitu keluarga memiliki pemahaman agama yang moderat dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Kemenag dalam melakukan transformasi KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang menyentuh langsung persoalan sosial di masyarakat.(win/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *