Ibuku, Belahan Jiwaku

Oleh: Khadijah Hanina Rasyidah
Siswa MTsN 3 Kulon Progo

Wanita cantik yang karena jerih payahnya aku hidup.
Wanita sederhana yang mempunyai hati seluas samudra.

Mahkotanya tak pernah terlihat, tapi ku yakini nyata adanya.
Kelak, akan ku persembahkan kerajaan sebagai rumahnya.
Agar hidupnya tak lagi sengsara.

Kau telah melihat aku tertawa,
Kau juga melihat aku menangis.

Kau laksana mentari yang tak kenal lelah menyinari indah duniaku ini.
Kau bagai rembulan yang mampu menghiasi di kala malam tiba.

Kau bagaikan separuh nafasku, yang tak akan bisa aku hidup tanpamu.
Kau bagaikan air, yang mendekap hatiku saat bergejolak layaknya api.

Terimakasih untuk ruang nyaman yang sudah aku tempati sembilan bulan.
Terimakasih untuk segala pengorbanan dan doa yang selalu engkau berikan.

Ibu, tolong hidup lebih lama ya.
Karena aku bisa menghadapi dunia apapun situasinya,
Tapi tidak, jika ibu tak ada.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *