Jelang Nataru, KUA Lendah Selenggarakan Anjangsana di Gereja Kristen Jawa (GKJ)

Kulon Progo (KUA Lendah) – KUA Lendah terlibat langsung dalam melaksanakan anjangsana antar umat beragama di Gereja Batu Penjuru yang beralamat di Mirisewu, Ngentakrejo, Lendah, Kulon Progo pada Kamis (11/12/2025).
Kegiatan ini sebuah pendekatan sosial antar lintas agama. Dalam bermasyarakat kita dihadapkan dengan pluralitas yang cukup kompleks, termasuk keragaman agama. Dengan adanya keragaman ini, bisa berpotensi menimbulkan konflik antar agama, sehingga membangun kerukunan antar umat beragama sangat penting
“Gereja Kristen Jawa disini memiliki jama’ah secara keseluruhan ada 200 orang, kegiatan yang umum adalah setiap minggu pagi, namun terdapat kajian-kajian tertentu yang dilakukan di hari-hari tertentu untuk kriteria lansia, dewasa, dll.” Papar Pendeta Krisnanda Pandu Putra, S.Si. saat ditemui di Gereja Kristen Jawa.
“Saya asli Sidorejo, Jawa Timur bertempat tinggal di Ngentakrejo baru sekitar 3 tahun, sementara menjadi pendeta baru satu tahunan, jadi masih baru. Ketika kami awal disini masyarakatnya baik, menjalin komunikasi yang baik, sudah saling menghargai, bahkan masyarakat sekitar bersedia memberi lahan untuk parkir ketika terdapat kegiatan di GKJ, sedangkan pendirian Gereja ini didirikan sekitar tahun 2006.” Ungkap Pendeta Krisnanda.
“Kami berharap KUA Lendah bisa saling berkolaboratif, menjalin kerja sama yang baik, termasuk terhadap permasalahan-permasalahan kaum minoritas, misalnya ketika ada calon suami istri beda agama kemudian salah satu pindah agama agar bisa menikah dengan mudah, sering kita temui kasus pengantin pindah agama ke islam misalnya, tetapi pengantin tersebut tidak serius dalam agama barunya, tidak komitmen secara totol, wal-hasil terjadi keretakan rumah tangga, bahkan anak-anak menjadi korban broken-home, dan seterusnya. Sehingga ketika ada calon pengantin muallaf yang menikah di KUA diharapkan terus dibimbing, diarahkan agar beragama secara sungguh-sungguh, menata hati, memantapkan tujuan yang benar, sehingga pernikahan yang dijalani bisa langgeng dan harmonis,” pungkasnya.

Kegiatan ini dilakukan dengan silaturahmi memperkenalkan diri, sharing bersama dengan salah satu pendeta kristen. Pendeta Krisnanda menerima secara apresiatif dan memberikan saran agar para pegawai KUA Lendah menjalankan penyuluhan dengan turun langsung ke masyarakat, termasuk memperhatikan umat minoritas seperti kami ini. Ketika terjadi isu lintas agama, kita lebih baik klarifikasi, sehingga akar permasalahan bisa diselesaikan dengan baik.
Sedangkan Kepala KUA Lendah, Zamroni, S.Ag., M.S.I turut mengapresiasi sinergi KUA dengan pihak lintas agama untuk membangun keharmonisan antar umat beragama, Beliau berpesan agar ketika terjadi konflik agama bisa saling bersinergi, untuk menyelesaikan secara optimal, jangan sampai konflik (conflict, clash) meledak dan jadi perbincangan negatif. (alf/dpj).



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!