KUA Samigaluh Gelar Pengajian Aparat, Kuatkan Ketahanan Keluarga dan Cegah Radikalisme

Kulon Progo (KUA Samigaluh) — Pengajian rutin aparat Kapanewon Samigaluh kembali digelar pada Jumat pagi di Pendopo Kapanewon Samigaluh. Kegiatan yang diinisiasi oleh KUA Kapanewon Samigaluh ini menghadirkan para aparatur pemerintah, tokoh agama, serta unsur keamanan untuk memperkuat spiritualitas ASN sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman sosial-keagamaan masa kini, Jum’at (12/12/2025).

Panewu Samigaluh, Senija, S.IP., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga istiqomah dalam mengikuti pengajian sebagai sarana menstabilkan keimanan. Menurutnya, iman memiliki sifat dinamis: bisa meningkat, menurun, bahkan menghilang jika tidak dirawat. “Pengajian ini adalah ruang untuk mengokohkan nilai spiritualitas dan religiusitas kita. Keteguhan iman menjadi fondasi bagi aparat dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh  Tama, anggota Densus 88 Antiteror Polri, yang memberikan sosialisasi mengenai pencegahan radikalisme dan terorisme. Ia mengingatkan bahwa paham radikal dapat berkembang di ruang-ruang yang tidak terduga, termasuk melalui kegiatan keagamaan apabila tidak disaring dengan baik.

Selanjutnya ia menyoroti pentingnya pengawasan keluarga, terutama terhadap generasi muda yang menjadi kelompok paling rentan. Ia menyinggung sebuah kasus pengeboman di sebuah sekolah di Jakarta yang berawal dari bullying, kemudian berkembang menjadi paparan paham terorisme hingga memicu tindakan anarkis.

“Pencegahan radikalisme paling efektif dimulai dari keluarga. Orang tua harus hadir, mengawasi, dan membimbing anak-anaknya agar tidak mudah terjerumus,” tegasnya.

Materi inti pengajian disampaikan oleh narasumber, Drs. H. Sudarisman, M.Ag., yang mengangkat tema tentang ketahanan keluarga dan tujuan pernikahan dalam perspektif Islam. Beliau mengajak seluruh peserta untuk kembali memahami dari mana keluarga sakinah dibangun. Menurutnya, keluarga seharusnya menjadi ruang saling menasihati dalam kebaikan dan menyadari bahwa setiap perbuatan memiliki konsekuensi pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

“Keluarga yang saling mengingatkan adalah benteng utama peradaban. Ketika keluarga kokoh, masyarakat akan kuat,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan pentasarufan bantuan dari Baznas Kabupaten Kulon Progo kepada 10 penerima yang membutuhkan. Penyerahan dilakukan secara simbolis di hadapan peserta pengajian sebagai bentuk sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat. “Pengajian rutin ini kembali menegaskan peran KUA Samigaluh sebagai penggerak pembinaan keagamaan bagi aparatur pemerintah, sekaligus ruang edukasi spiritual dan sosial untuk memperkuat ketahanan masyarakat dari berbagai ancaman moral dan ideologis. Semangat kolaborasi lintas sektor menjadi modal penting bagi terwujudnya Samigaluh yang aman, harmonis, dan religious, “ ungkap Kepala KUA Satibi,S.H.I di sela acara berlangsung. (nur/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *