Pencegahan Korupsi di Kalangan Siswa

Oleh : Ka Chuzaima Nur Tsabita Fiddiin
Siswa MTsN 5 Kulon Progo
Korupsi tidak hanya terjadi di dunia politik. Sikap tidak jujur juga bisa muncul sejak seseorang masih duduk di bangku sekolah. Karena itu, pencegahan korupsi perlu dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan siswa setiap hari.
Salah satu langkah penting adalah membiasakan diri untuk jujur. Siswa perlu mengerjakan tugas sendiri, tidak mencontek, dan tidak memalsukan tanda tangan. Kebiasaan sederhana ini membantu membentuk karakter yang baik sejak dini.
Sekolah juga memiliki peran besar dalam mencegah perilaku buruk. Aturan yang jelas, penggunaan uang kas yang transparan, serta pembiasaan disiplin dapat membantu siswa belajar tanggung jawab. Lingkungan yang tertib membuat siswa lebih mudah berperilaku jujur.
Guru dan orang tua juga harus menjadi teladan. Sikap jujur dan amanah yang mereka tunjukkan akan lebih mudah ditiru oleh siswa. Dalam buku Untuk Negeriku: Sebuah Otobiografi, Bung Hatta menggambarkan bagaimana ia menjaga integritas bahkan dalam hal yang paling kecil. Ia menolak menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadi. Karena baginya, kejujuran adalah prinsip yang tidak boleh ditawar. Keteladanan seperti ini menjadi contoh bahwa integritas harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari.
Dengan kebiasaan positif yang terus dibangun, siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang jujur dan dapat dipercaya serta ikut mewujudkan Indonesia yang bebas korupsi.
Bung Hatta:
“Kejujuran adalah pondasi utama dalam membangun bangsa.” (parafrasa dari nilai yang beliau ajarkan)



Semangat mbak Tsabita…