Penyuluh KUA Girimulyo Ajak Majelis Dhuha Doakan Korban Banjir Sumatra

Kulon Progo (KUA Girimulyo) – Penyuluh Agama Islam KUA Girimulyo mengajak jamaah Majelis Dhuha untuk mendoakan para korban bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Safari Dhuha rutin yang digelar pada Selasa (2/12/2025), bertempat di Masjid Al-Ikhlas, Sabrang, Giripurwo, Girimulyo.

Kegiatan Safari Dhuha setiap selasa ini merupakan sinergi antara KUA Girimulyo dan Polsek Girimulyo dalam pembinaan rohani keagamaan bersama masyarakat setempat. kegiatan rutin ini dilaksanakan secara bergilir di masjid-masjid wilayah Girimulyo. Kali ini, kegiatan dipandu oleh dua Penyuluh Agama Islam KUA Girimulyo, yakni Sri Mulyadi, S.Ag dan Noor Fitriyah, S.Pd.I.

Acara berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, dimulai dengan pembacaan asmaul husna, wirid, sholawat dan doa bersama untuk korban banjir di Sumatra yang dipimpin oleh Sri Mulyadi, S.Ag.

Selanjutnya, Noor Fitriyah, S.Pd.I., juga menyampaikan pentingnya kepedulian sosial dan empati terhadap saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah. Ia mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama terus memanjatkan doa agar para korban banjir di Sumatra diberikan kekuatan, keselamatan, serta kemudahan dalam menghadapi ujian tersebut.

“Sebagai sesama muslim, sudah sepatutnya kita saling mendoakan dan menumbuhkan rasa kepedulian satu sama lain, terlebih kepada saudara-saudara kita yang saat ini sedang tertimpa musibah bencana. Doa adalah bentuk kepedulian paling sederhana tetapi besar maknanya. Syukur-syukur kalau bisa ikut mendonasikan sebagian harta sesuai kemampuan kita untuk para korban”, tutur Noor.

Sementara itu, Kanit Binmas Polsek Girimulyo Ipda Paryono, menyampaikan pesan kamtibmas kepada jamaah. Dalam pesannya, pihak kepolisian mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan lingkungan, memperkuat ukhuwah, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam di wilayah masing-masing.

Safari Dhuha ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, khususnya bagi para korban bencana banjir di wilayah Sumatra, serta harapan agar kegiatan keagamaan semacam ini terus menjadi sarana penguatan iman dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.(hdf/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *