Puncak Pentas Kreativitas Tutup Kegiatan Kokurikuler MTs Negeri 6 Kulon Progo

Kulon Progo (MTsN6KP) – Puncak Pentas Kreativitas menjadi penutup rangkaian kegiatan kokurikuler semester 1 Tahun Ajaran 2025/2026 di MTs Negeri 6 Kulon Progo. Kegiatan ini menampilkan hasil pembelajaran siswa dari berbagai bidang, terutama yang berkaitan dengan penguatan ekspresi seni, keterampilan berbahasa, dan pembiasaan hidup sehat, Jum’at (5/12/2025) pagi.
Kepala MTs Negeri 6 Kulon Progo, Muslich Purwanto menyampaikan hal itu dalam sambutannya pada kegiatan yang diselenggarakan di halaman madrasah. “Pentas Kreativitas ini merupakan wadah bagi siswa untuk menunjukkan perkembangan kemampuan mereka melalui kegiatan kokurikuler yang selama ini berlangsung secara terencana dan terstruktur,” ucapnya.
Muslich juga menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk pembelajaran yang menyeluruh. Pentas ini tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga sarana pembentukan karakter siswa melalui proses latihan yang melibatkan kedisiplinan, kerja sama, keberanian, serta penguatan rasa percaya diri dalam tampil di depan publik.
Selain pembukaan dan sambutan, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan piala Kejuaraan CCA serta penghargaan Try Out TKA bagi siswa kelas IX yang berprestasi. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Madrasah sebagai bentuk apresiasi sekaligus penyemangat bagi para siswa agar terus meningkatkan kompetensi dan prestasi mereka, baik di bidang akademik maupun nonakademik. “Kami berharap penghargaan ini dapat memotivasi siswa agar terus berjuang dan berprestasi lebih baik lagi,” tambahnya.
Rangkaian acara dimulai dengan pra acara berupa penampilan tari Kepyar yang dibawakan oleh 2 siswa kelas 8. Setelah pembukaan dan sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan deretan penampilan siswa yang telah dipersiapkan sejak awal semester. Adapun penampilan tersebut meliputi presentasi teks prosedur dalam Bahasa Inggris, senam Anak Hebat kelas 7A, menyanyi lagu daerah Ba Cik Cik Periuk dari Kalimantan Barat, tarian Maumere dari Nusa Tenggara Timur, senam Anak Hebat kelas 7D, presentasi teks prosedur dalam Bahasa Indonesia, menyanyi Sue Ora Jamu dari DIY, menyanyi Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan Selatan, tarian Zapin dari Riau, tarian Sipatokaan dari Sulawesi Utara, tarian Berilin, serta menyanyi Rasa Sayange.

Penampilan-penampilan tersebut disambut antusias oleh seluruh siswa, guru, dan pegawai yang hadir. Selain memperlihatkan keberagaman bakat, kegiatan ini juga menjadi ruang perayaan keberagaman budaya Indonesia yang dibawakan oleh siswa secara menarik, energik, dan penuh percaya diri. Tidak hanya itu, antusiasme peserta didik dalam mengikuti setiap penampilan juga menunjukkan bahwa kegiatan kokurikuler memberikan dampak positif pada suasana belajar. Program ini dinilai mampu menciptakan lingkungan yang lebih hidup, komunikatif, dan memberi ruang bagi pengembangan potensi non-akademik siswa.
Selain menjadi media unjuk kemampuan, kegiatan ini juga berperan sebagai sarana refleksi bagi siswa agar terus meningkatkan kemampuan mereka di bidang yang diminati. Banyak siswa mengaku merasa lebih percaya diri setelah tampil dalam kegiatan ini, terutama mereka yang sebelumnya jarang berbicara atau tampil di depan umum. Selain memberikan panggung bagi siswa, kegiatan ini sekaligus menjadi bahan evaluasi program kokurikuler semester berjalan, baik dari aspek kedisiplinan, teknis latihan, kesiapan panggung, dan capaian kompetensi. Evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan program lanjutan pada semester berikutnya agar pembinaan semakin maksimal.
Lebih lanjut, Muslich Purwanto menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat terus dilaksanakan sebagai tradisi pembinaan karakter di madrasah. “Semoga melalui kegiatan ini, siswa semakin percaya diri, terus berkarya, dan membawa semangat positif baik bagi diri sendiri maupun bagi MTsN 6 Kulon Progo ke depan,” pungkasnya. (nhc/don)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!