Tingkatkan Kapasitas: KUA Panjatan Kirim Penyuluh Ikuti Seminar Nasional

Kulon Progo (KUA Panjatan) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Panjatan menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pegawainya. Langkah ini diambil sebagai upaya berkelanjutan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Peningkatan kompetensi dinilai krusial seiring dengan kompleksitas tugas dan tuntutan layanan publik yang semakin tinggi.

Komitmen tersebut diimplementasikan melalui keikutsertaan salah satu pegawai dalam kegiatan Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh pihak eksternal yang kredibel. KUA Panjatan secara aktif mendorong pegawai untuk mengambil bagian dalam forum-forum ilmiah dan pelatihan yang relevan dengan tugas dan fungsi ke-KUA-an.

Pegawai yang berkesempatan mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas tersebut adalah Nofianti, S.Pd.Si., M.Pd., yang menjabat sebagai Penyuluh Agama Islam di KUA Kapanewon Panjatan. Seminar Nasional yang diikutinya bertema “Pencegahan Perkawinan Anak di Indonesia”, sebuah isu krusial yang sangat relevan dengan peran KUA dan Kementerian Agama dalam upaya perlindungan keluarga dan anak.
Seminar Nasional tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, (10/12/2025), bertempat di Auditorium UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mulai pukul 08.30 hingga 13.00 WIB. Acara tersebut menghadirkan narasumber dan keynote speaker yang kompeten dari berbagai latar belakang, kedinasan, akademisi, dan tokoh masyarakat.

Kehadiran Penyuluh Agama Panjatan dalam seminar ini sangat strategis. Isu pencegahan perkawinan anak merupakan bagian integral dari fungsi KUA, terutama dalam memberikan bimbingan perkawinan dan penyuluhan kepada masyarakat. Data dan strategi yang didapatkan dari seminar ini diharapkan dapat memperkaya materi penyuluhan dan pendampingan yang dilakukan oleh Nofianti di wilayah Panjatan.
Kepala KUA Kapanewon Panjatan, Basid Rustami, S.Ag., menyatakan dukungannya penuh terhadap langkah-langkah peningkatan kompetensi pegawai.

“Kami sangat mendukung setiap upaya peningkatan kapasitas diri yang dilakukan oleh para pegawai, seperti yang saat ini diikuti oleh Mbak Nofi,” ujar Basid Rustami. “Dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik kepada umat, kemampuan dan wawasan pegawai harus terus diperbarui. Peningkatan kapasitas diri bukan sekadar keharusan, tetapi adalah investasi penting bagi KUA Panjatan dalam menjawab tantangan zaman dan menjalankan visi Kemenag.”

Basid Rustami juga berharap agar ilmu dan insight yang diperoleh dari seminar ini dapat segera disebarluaskan dan diaplikasikan dalam lingkungan kerja KUA. “Kami berharap materi yang didapat dapat ditularkan kepada rekan-rekan yang lain, sehingga secara kolektif, kualitas pelayanan di KUA Panjatan dapat meningkat secara merata,” tambahnya.

Sementara itu, Nofianti, S.Pd.Si., M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh KUA Panjatan. Ia berkomitmen untuk menggunakan pengetahuan baru tersebut dalam mengedukasi masyarakat, khususnya terkait bahaya dan dampak negatif perkawinan anak, yang menjadi salah satu fokus utama dalam program penyuluhan agama.

Keikutsertaan ini menegaskan bahwa KUA Panjatan tidak hanya berfokus pada tugas administratif seperti pencatatan nikah, tetapi juga aktif dalam isu-isu sosial keagamaan yang menjadi perhatian nasional. Hal ini sejalan dengan transformasi KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang holistik.(nof/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *