Cahaya di Atas Cahaya

Oleh: Faith Hammam Yusriyya
Di keheningan malam yang paling sunyi,
Saat bumi terlelap dalam dekapan mimpi,
Jibril datang membawa titah Illahi,
Menjemput Al-Amin menuju perjalanan suci.
Buraq melesat membelah cakrawala,
Dari Masjidil Haram ke Aqsa yang mulia,
Sujud tersungkur para Nabi terdahulu,
Menyambut imam yang agung, hati yang teduh.
Lalu tangga cahaya terbentang ke langit tinggi,
Menembus batas-batas yang tak terperi,
Dari langit pertama hingga ke tujuh yang abadi,
Menyingkap rahasia yang tersembunyi.
Di Sidratul Muntaha, puncak segala henti,
Tiada lagi Jibril mendampingi di sisi,
Hanya Muhammad, sang kekasih sejati,
Menghadap Rabbul Izzati dalam rindu yang pasti.
Bukan sekadar perjalanan menembus ruang,
Bukan hanya kisah tentang bintang yang terang,
Namun oleh-oleh agung berupa Sembahyang,
Lima waktu penyambung nyawa yang pincang.
Ya Rasulullah…
Melalui Isra’ Mi’raj engkau ajarkan kami,
Bahwa setelah kesedihan, ada kemuliaan menanti,
Bahwa doa adalah mi’rajnya mukmin yang berbakti,
Menuju rida Ilahi yang abadi di hati.



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!