Edukasi HIV/AIDS, MTsN 4 Kulon Progo Kupas Stigma Masyarakat dan Kemanusiaan
Kulon Progo (MTsN 4 Kulon Progo) Bekerjasama dengan Puskesmas Girimulyo II, MTsN 4 Kulon Progo selenggarakan sarasehan edukasi HIV/AIDS bagi murid kelas IX. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula serbaguna unit 2 madrasah setempat, Selasa (10/12/2025). Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut, Rini Utami, A.Md. Keb.
Narasumber menyampaikan data, bahwa sampai Desember 2024 tercatat kumulatif HIV di Kulon Progo tercatat sebanyak 143 kasus masuk fase HIV, dan 14 kasus sudah fase AIDS. Sehingga pemerintah memandang perlu adanya edukasi supaya dapat mencegah dan mengendalikan epidemi HIV AIDS di Indonesia pada 2030. Tujuan khususnya adalah mewujudkan “three zeros”, yaitu menurunkan infeksi HIV baru; menurunkan angka kematian terkait HIV AIDS; dan menurunkan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.

Mengenai hal tersebut, narasumber menyatakan bahwa upaya komprehensif terus dilakukan. “Upaya komprehensif meliputi upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bagi masyarakat yang membutuhkan sehingga yang belum terinfeksi agar tidak tertular, yang sudah terinfeksi agar kualitas hidup meningkat serta melibatkan seluruh stakeholder terkait,” jelas Rini. Ia pun menambahkan perlunya pemberian layanan berkesinambungan bagi pasien.
Dalam kesempatan tersebut narasumber banyak menyinggung mengenai berbagai perilaku berisiko bagi kesehatan tubuh dan mental seperti merokok (vape), alkohol dan napza, seks yang tidak aman, tawuran dan bullying, penggunaan gawai secara berlebihan, dan juga diet ekstrem. “Banyak remaja yang berperilaku hanya ikut-ikutan, fomo pergaulan. Pergaulan bebas diawali dari pacaran yang akan sangat rentan dengan dampak seks tidak aman seperti kehamilan yang tidak direncanakan, infeksi menular seksual, belum lagi soal tekanan psikologis dan sosial,” tegasnya.

Menyoal kedekatan rokok, alkohol, dan napza akan selalu menjadi mata rantai ketergantungan, risiko kecelakaan, kekerasan, merusak otak dan organ penting manusia juga. Hal itu juga menjadi pintu awal terjangkit HIV/AIDS. “AIDS itu sendiri adalah kumpulan gejala penyakit yang timbul akibat menurunnya kekebalan tubuh yang didapat. Sedangnkan virusnya ini dapat menular melalui beberapa cara diantaranya transfusi darah, pemakaian jarum suntik yang tidak steril dan dipakai bersama sama atau bergantian, dan luka yang terkontaminasi dengan darah HIV. Selain menular melalui darah, virus HIV dapat menular melalui cairan kelamin atau tubuh sebab seks yang tidak aman,” papar narasumber.
Lebih lanjut, risiko tertular HIV/AIDS juga sangat besar dalam proses kehamilan, proses persalinan, dan menyusui. Kemungkinan penularan ke bayi sekitar 25-45% bila tanpa pengobatan. Narasumber mengajak untuk mengenal lebih jauh mengenai gejala, risiko-risiko, hingga tindak pencegahan HIV/AIDS. “HIV/AIDS juga bukan mengucilkan orangnya, namun menghindari penyakitnya. Virus tidak akan menular hanya karena memperlakukan penyintas HIV/AIDS dengan baik,” pungkasnya. (siw)




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!