Generasi Remaja Padukuhan Jamus Diajak Kenali Agama, sebagai Benteng Anti-Bullying
Kulon Progo (KUA Pengasih) –Suasana hangat menyelimuti kediaman Kepala Dusun Jamus, Pengasih, pada Sabtu pagi (24/02/2026). Para remaja berkumpul bukan sekadar untuk pemeriksaan kesehatan rutin di Posyandu Remaja, melainkan juga untuk mendapatkan asupan spiritual melalui kegiatan Bimbingan Penyuluhan Agama.
Acara ini merupakan buah kolaborasi apik antara KUA Pengasih dengan Puskesmas 1 Pengasih. Hadir sebagai narasumber utama adalah duet Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muh. Munawir, S.Ag., dan Musodiqin, S.Sos, serta Lilik Wuryani, S.Keb. dari pihak Puskesmas.
Dalam sesi interaktif, Muh. Munawir, S.Ag., memantik diskusi dengan mengajak para remaja mendeskripsikan arti agama menurut perspektif mereka. Jawaban polos namun mendalam pun bermunculan.
“Agama adalah mengajak berbuat baik dan ibadah,” cetus salah satu peserta remaja awal yang diamini oleh rekan-rekannya.
Menanggapi hal tersebut, Munawir menekankan bahwa esensi Islam melampaui ritualitas semata. Kemudian ia menegaskan bahwa Islam adalah agama yang membawa misi keselamatan dan kedamaian.
“Karena Islam itu membawa kedamaian, maka sudah seharusnya remaja Islam menjadi garda terdepan dalam gerakan anti-bullying. Tidak ada tempat bagi perundungan jika kita memahami agama dengan benar,” tegas Munawir.
Senada dengan hal tersebut, Mushodiqin mengingatkan pentingnya fondasi karakter bagi generasi muda. Menurutnya, remaja saat ini menghadapi tantangan zaman yang luar biasa, sehingga harus dibekali dengan tiga pilar utama: keimanan, ketaqwaan, dan kepatuhan dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Sementara itu, dari sisi kesehatan, Lilik Wuryani, S.Keb., memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebugaran fisik yang harus seimbang dengan kesehatan mental dan spiritual yang telah dipaparkan oleh tim penyuluh.
Menanggapi keberhasilan kegiatan ini, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi tinggi terhadap pola kolaborasi lintas sektor ini. Beliau menyatakan: “Kami di KUA Pengasih berkomitmen bahwa penyuluhan agama tidak boleh eksklusif hanya di dalam masjid. Melalui Posyandu Remaja ini, kita menjemput bola. Generasi muda kita tidak hanya butuh raga yang sehat, tapi juga jiwa yang kuat. Dengan pemahaman agama yang moderat dan santun, kita optimis remaja di wilayah Pengasih bisa tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, toleran, dan bebas dari perilaku negatif seperti bullying,” Ujarnya.(lua/dpj)




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!