Guru MTsN 4 Kulon Progo, Lauching Buku Antologi Puisi “Jejak Kata Perempuan”

Kulon Progo (MTsN 4 Kulon Progo) – Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti Darma Wanita Persatuan (HAB DWP) Ke-80 Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta selenggarakan launching buku antologi puisi bertajuk “Jejak Kata Perempuan”, di MAN 2 Kulon Progo (23/12/2025). Acara launching dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Dr. Ahmad Bahiej. Guru Bahasa Indonesia MTsN 4 Kulon Progo Siwi Nurdiani, S.Pd. juga menjadi salah satu penulis dalam buku tersebut.
Salah satu judul tulisan yang merupakan karya Siwi Nurdiani “Muhasabah Telur di Atas Piring”, merupakan renungan mengenai pemikiran-pemikiran perempuan dalam kehidupan sehari-hari terkait perannya di ranah publik maupun domestik. “Perempuan adalah aspek utuh, baik jiwa maupun raga. Memiliki peran-peran terintegrasi dalam lini kehidupannya sebagai individu maupun makhluk sosial. Puisi, menjadi salah satu ruang aman untuk saling berbagi sudut pandang kehidupan,” ujarnya.

Kakanwil Kemenag DIY Ahmad Bahiej sambut baik penerbitan buku tersebut. “DWP Alhamdulillah dapat menyelenggarakan kegiatan bersama, bisa dilanjutkan di tahun yang akan datang. Menyusun buku, puisi, cerpen, maupun karya ilmiah merupakan produk tertulis, yang akan menjadi karya seumur hidup. Kita punya karya, kalau tidak ditulis yang bisa dilihat secara fisik, maka generasi selanjutnya tidak akan pernah membaca karya kita sekarang. Ada nilai-nilai, diwujudkan dalam karya positif, memberikan nilai lebih yang bernilai manfaat,” tuturnya. Ia juga memberi mendorong dan memberikan nasihat agar DWP semakin maju dan memberikan keberkahan untuk semua.
Sementara itu pengawas madrasah Barokatussolihah, S.Ag. M.S.I. yang juga koordinator pelaksanaan penerbitan buku DWP Kulon Progo mengatakan bawah giat literasi tersebut mengacu pada asas kebermanfaatan. “ada kebermanfaatan dan pemaknaan pada Darma wanita persatuan khususnya, bisa sebagai wahana belajar mencurahkan inspirasi, menyalurkan hobi,” ujarnya.
“Lebih-lebih maaf, jika ibu-ibu lebih suka menulis memori di gawai atau medsos nah menulis karya bersama ini sangat bernilai positif dan saya siap menampung, menyunting sambil terus belajar tentunya,” pungkas Ika. (snd/don)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!