Kankemenag Kulon Progo Gelar Dialog Kinerja Kepala Madrasah

Kulon Progo (Kankemenag) – Pendidikan madrasah di Kulon Progo harus selalu ada peningkatan. Karena itu semua potensi yang ada di madrasah harus terus dikembangkan secara maksimal. Kepala Kankemenag Kulon Progo, H.M. Wahib Jamil, S.Ag. M.Pd. menyampaikan hal itu di sela-sela menghadiri Dialog Kinerja Kepala Madrasah yang berlangsung di Aula PLHUT kantor setempat, Jum’at (23/1/2026) pagi.
“Segala potensi yang ada di madrasah harus terus dikembangkan secara maksimal. Hal ini agar selalu ada peningkatan di segala aspek pada pendidikan madrasah di Kulon Progo,” ujarnya.
“Tata kelola pendidikan harus berjalan baik. Kalau ada potensi perlu dikembangkan. Program prioritas Dirjen Pendis harus dikedepankan. Meliputi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), deeplearning, asesmen, dan lain-lain,” imbuh Kakan.

“Madrasah harus memiliki kekhasan sesuai kondisi masing-masing. Madrasah juga harus menjalin sinergi dengan berbagai pihak untuk membangun Kementerian Agama Republik Indonesia melalui jalur pendidikan,” pungkas Jamil.
Sementara itu Kasi Pendidikan Madrasah, Muhamad Dwi Putranto, S.Pd. M.M. mengungkapkan bahwa dialog kinerja bukan sekadar formalitas pengisian aplikasi. Melainkan instrumen untuk memastikan bahwa setiap butir Rencana Hasil Kerja (RHK) selaras dengan target organisasi yang tertuang dalam Perjanjian Kinerja (Perkin).
Ada ada 4 poin yang perlu ditekankan dalam kegiatan ini. Pertama, Penyelarasan Target (Cascading). Target kinerja di tingkat madrasah harus mendukung langsung pencapaian sasaran strategis kantor kabupaten/kota dan kanwil. Tidak boleh ada program yang berjalan sendiri tanpa arah yang jelas secara organisasi.

Kedua, Layanan Publik Berkualitas. Fokus utama tahun 2026 adalah penguatan disiplin ASN untuk menciptakan layanan pendidikan yang unggul di madrasah. Prestasi siswa dan kepuasan masyarakat terhadap layanan madrasah harus menjadi indikator utama keberhasilan.
“Ketiga, Digitalisasi dan Akuntabilitas. Setiap ASN wajib mengoptimalkan penggunaan aplikasi e-Kinerja BKN yang terintegrasi. Pastikan pelaporan dilakukan secara berkala dan akuntabel. Sehingga penilaian kinerja benar-benar mencerminkan realita di lapangan. Keempat, Reformasi Budaya Kerja. Yakni menciptakan layanan publik yang baik, transparan, dan profesional,” tegas Dwi Putranto.
Dialog kinerja tersebut diikuti oleh Kepala Madrasah Negeri bersama Kepala Tata Usaha, Analis SDM, dan Perencana. Dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja, mengarahkan dan memotivasi, mengubah mindset, dengan memperjelas ekspektasi kinerja yang tertuang dalam perjanjan kinerja. Selain itu juga untuk meningkatkan kerjasama internal dan mengambil keputusan dalam rangka meningkatkan akuntabilitas pengelolaan kinerja. (kdr/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!