KUA Pengasih Terima Kunjungan Bidang Urais Kanwil Kemenag DIY: Tekankan Pelayanan Prima dan Semangat Kebersamaan

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kantor Wilayah Kementerian Agama. Kehadiran H. Nurhuda, S.Ag, M.S.I, selaku Plt. Kabid Urais, bersama Dr. H. Halili Rais, Katim Kepenghuluan Urais, disambut hangat oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan KUA Pengasih, Rabu (7/1/2026).

Acara dibuka dan dipandu langsung oleh Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I. yang menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan ini. “Kami keluarga besar KUA Pengasih merasa sangat terhormat dan bersyukur atas kehadiran Bapak PLT Kabid Urais dan Tim Kepenghuluan. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan menjadi suntikan motivasi bagi kami untuk terus bersinergi dan memastikan bahwa setiap langkah pelayanan kami selaras dengan visi besar Kementerian Agama,” ujar Rangga.

Dalam kesempatan tersebut, Halili Rais memberikan arahan dengan menekankan pentingnya rasa memiliki terhadap institusi. Ia mengajak seluruh pegawai untuk senantiasa bersyukur menjadi bagian dari keluarga besar Kementerian Agama. Menurutnya, rasa syukur tersebut harus diwujudkan dengan dedikasi total demi kebaikan dan kemajuan Kemenag bersama.

Selanjutnya, H. Nurhuda, S.Ag, M.S.I memberikan pembinaan terkait penguatan kapasitas SDM. Beliau mengutip prinsip Ayyasyuddu ba’duha ba’dzon, yang berarti saling menguatkan satu sama lain. Di mana pun ditugaskan, ASN adalah representasi Kemenag yang wajib berkontribusi bagi kemajuan lembaga.

Sebagai pelayan masyarakat, Nurhuda menekankan pentingnya penerapan pelayanan prima (excellent service) melalui lima prinsip utama: Satu; An yakuna Mutawadhingan (Harus memiliki sikap Rendah Hati/tawadhu): Setiap petugas harus bersikap tawadhu kepada masyarakat. Tidak membeda-bedakan status sosial, menerapkan budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun), serta berpakaian rapi dan sopan. “Kementerian Agama itu berbeda; ajak mereka yang datang untuk bisa tersenyum,” pesannya. Dua; An yakuna Muhtaajan Lighoiri (Dalam setiap pelayanan kita saling membutuhkan): Menyadari bahwa kita membutuhkan orang lain, sehingga pelayanan terbaik menjadi sebuah keharusan, bukan pilihan.

Tiga; An yakuna Ma’rufan Anna likullinnasi Naqsun wa Fadlun (sebagai pelayan masyarakat memaklumi Kelebihan dan Kekurangan setiap manusia): Menyadari bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga pelayanan membutuhkan komunikasi harus dilakukan dengan bahasa yang santun dan penuh pemahaman. Empat; An yakuna Mu’taqidan Biqodhoin wal Qodari (pelayan masyarakat berkeyakinan bahwa segala sesuatu sesuai dengan qodho dan qodarnya): jadi siapapun dan dalam kondisi apapun custemer yang datang harus dilayani dengan baik, termasuk menjaga Kerapian dan Kenyamanan, hal ini diwujudkan dengan menjaga kantor dan menata ruangan secara rapi agar masyarakat yang datang merasa nyaman. Pelayanan yang berkesan akan menjadi nilai tambah (plus) bagi citra KUA di mata publik.

Kegiatan silaturahmi ini diakhiri dengan diskusi hangat dan komitmen bersama seluruh jajaran KUA Pengasih untuk terus meningkatkan performa pelayanan publik yang lebih humanis dan profesional.(lua/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *