Makna Teologis Peristiwa Isra Mikraj bagi Umat Islam

Oleh: Ridho Putra
Siswa MTsN 6 Kulon Progo

Isra Mikraj merupakan peristiwa luar biasa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini terdiri atas dua bagian. Yaitu Isra, perjalanan malam dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, dan Mikraj, perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menuju langit ke tujuh hingga Sidratul Muntaha. Dalam peristiwa agung ini, Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat lima waktu. Yang menjadi kewajiban utama bagi umat Islam hingga akhir zaman.

Peristiwa Isra Mikraj menjadi bukti nyata kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Sekaligus sebagai penguatan iman dan penghiburan bagi Nabi Muhammad SAW yang saat itu sedang menghadapi masa-masa sulit. Isra Mikraj terjadi setelah wafatnya dua orang terdekat yang sangat beliau cintai. Yaitu pamannya Abu Thalib, yang selama ini menjadi pelindung beliau, dan istrinya Siti Khadijah, yang selalu memberikan dukungan moral dan materi. Masa tersebut dikenal sebagai ‘Amul Huzni atau Tahun Kesedihan. Selain itu, tekanan dan penentangan dari kaum Quraisy terhadap dakwah Nabi Muhammad SAW semakin keras.

Sebagai bentuk kasih sayang dan pertolongan-Nya, Allah SWT menganugerahkan perjalanan spiritual yang luar biasa ini kepada Nabi Muhammad SAW. Yakni untuk menghibur, menguatkan hati beliau, serta menegaskan kebenaran risalah kenabian yang dibawanya.

Peristiwa Isra Mikraj terjadi pada malam 27 Rajab. Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, kemudian naik ke langit ke tujuh hingga Sidratul Muntaha untuk bertemu Allah SWT dan menerima perintah salat lima waktu.

Kisah Isra Mikraj dijelaskan secara jelas dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 1, yang berbunyi:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya:

“Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”

Selain itu, peristiwa Isra Mikraj juga dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Diriwayatkan dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda: “Ketika aku dinaikkan ke langit, aku tidak melewati satu langit pun kecuali aku menemukan namaku tertulis di sana: Muhammad adalah utusan Allah dan Abu Bakar As-Siddiq.”

Peristiwa Isra Mikraj diawali ketika pada suatu malam Malaikat Jibril dan Malaikat Mikail mendatangi Nabi Muhammad SAW. Kedua malaikat tersebut membelah dada Nabi, mengeluarkan hati beliau. Lalu menyucikannya dengan air zamzam sebelum mengembalikannya kembali ke tempat semula. Setelah itu, Malaikat Jibril membawa kendaraan bernama Buraq. Yaitu hewan tunggangan yang dapat melesat dengan sangat cepat.

Nabi Muhammad SAW menunggangi Buraq menuju Masjidil Aqsa. Setibanya di sana, beliau melaksanakan salat dua rakaat dan menjadi imam bagi para nabi dan rasul yang hadir. Setelah itu, Malaikat Jibril menawarkan tiga minuman kepada Nabi Muhammad SAW. Yaitu susu, khamr, dan madu. Nabi memilih susu, lalu Malaikat Jibril berkata, “Engkau telah memilih fitrah.”

Selanjutnya, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan Mikraj menuju langit tertinggi. Di setiap lapisan langit, beliau bertemu dengan para nabi. Di langit pertama bertemu Nabi Adam AS, langit kedua bertemu Nabi Yahya AS dan Nabi Isa AS, langit ketiga bertemu Nabi Yusuf AS, langit keempat bertemu Nabi Idris AS, langit kelima bertemu Nabi Harun AS, langit keenam bertemu Nabi Musa AS, dan langit ketujuh bertemu Nabi Ibrahim AS di dekat Baitul Ma’mur. Setelah itu, Nabi Muhammad SAW mencapai Sidratul Muntaha dan menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah SWT.

Dalam peristiwa tersebut, Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat sebanyak lima puluh waktu. Atas saran Nabi Musa AS, Nabi Muhammad SAW memohon keringanan kepada Allah SWT hingga akhirnya salat ditetapkan menjadi lima waktu sehari semalam, namun dengan pahala yang setara dengan lima puluh waktu.

Dari peristiwa Isra Mikraj, umat Islam dapat mengambil banyak hikmah dan pelajaran berharga. Di antaranya adalah penguatan iman, keteguhan dalam menghadapi cobaan, serta penegasan bahwa salat merupakan tiang agama. Peristiwa ini juga menunjukkan kebesaran Allah SWT dan mengajarkan bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Selain itu, Isra Mikraj menjadi bekal dakwah bagi Nabi Muhammad SAW dan mengajarkan ketulusan, keikhlasan, serta pentingnya bergantung sepenuhnya kepada Allah SWT.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *