MIN 1 Kulon Progo Edukasi Khitan Sejak Dini

Kulon Progo (MIN1KP) – Khitan atau sunat sering kali dianggap sebagai topik yang tabu untuk dibicarakan secara terbuka. Di banyak lingkungan praktik ini dipandang sebagai urusan pribadi, tradisi turun-temurun, atau bagian dari privasi keagamaan. Akibatnya pembahasan tentang khitan kerap dihindari, terutama di ruang publik. Padahal dari sudut pandang studi, medis, dan hukum, praktik ini tidak tabu untuk dipelajari.

Hal tersebut disampaikan dalam pembelajaran Fikih di kelas IV A MIN 1 Kulon Progo, Senin (26/1/2026). Guru di Fikih, Barokatus Sholihah, S.H.I. menjelaskan materi khitan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami siswa.

Ia menekankan bahwa khitan bukan hanya kewajiban agama. Tetapi juga memiliki manfaat bagi kebersihan dan kesehatan. Penyampaian yang tenang membuat suasana kelas terasa lebih nyaman. Siswa pun tampak antusias mengikuti pembelajaran.

Ia berharap dengan edukasi yang tepat menjadikan anak berani untuk berkhitan. “Saya ingin anak-anak paham bahwa khitan itu bukan hal yang perlu ditakuti. Kalau dijelaskan dengan cara yang tepat mereka justru lebih berani bertanya dan memahami manfaat,” tuturnya.

Siswi kelas IV A, Farah Alfaranita juga mengungkapkan kesannya tentang khitan. “Sekarang saya jadi tahu kalau sunat itu penting. Bukan cuma karena agama, tetapi juga karena kesehatan,” ujarnya.

Menurut Farah, penjelasan guru membuatnya lebih mengerti dan tidak merasa canggung membahas topik tersebut di kelas.

Melalui pembelajaran Fikih khususnya tentang khitan ini membuktikan bahwa edukasi yang disampaikan dengan bahasa sederhana dan pendekatan yang tepat mampu menumbuhkan pemahaman. Sekaligus keberanian siswa dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan. (yay/cha/abi).

#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *