Penyuluh KUA Panjatan Edukasi Konsep Halal-Haram bagi Relawan MBG di SPPG Wates

Kulon Progo (KUA Panjatan) – Memastikan asupan makanan yang sehat dan sesuai syariat menjadi prioritas utama dalam mendukung program nasional. Bertempat di SPPG, Ngestiharjo, Wates, Sabtu pagi (31/01/2026)pagi. Penyuluh Agama Islam KUA Panjatan, Nofianti, S.Pd.Si., M.Pd., memberikan pembekalan materi mengenai konsep Halal dan Haram kepada para relawan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kegiatan ini disambut langsung oleh Kepala Dapur Nirbana, Ruzi Nabilatussholikhah, S.Sos. Dalam sambutannya, Ruzi menekankan pentingnya sinergi antara aspek gizi dan aspek kehalalan dalam penyajian makanan bagi masyarakat.

Dalam penyampaiannya Nofianti menjelaskan bahwa konsep halal-haram tidak hanya terbatas pada jenis bahan makanan saja, tetapi juga mencakup cara perolehan, proses pengolahan, hingga penyajiannya.

“Para relawan di dapur MBG memiliki tanggung jawab besar. Makanan yang disajikan harus memenuhi standar thayyib (baik/bergizi) dan halal. Edukasi ini bertujuan agar relawan memiliki ketelitian tinggi, mulai dari memastikan sertifikasi halal bahan baku hingga menghindari kontaminasi silang dengan zat yang tidak halal selama proses memasak,” jelas Nofianti di hadapan para relawan.

Kepala KUA Kapanewon Panjatan, H. Basid Rustami, S. Ag., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif kolaborasi ini. Menurut beliau, keterlibatan penyuluh agama dalam memantau aspek halal pada program strategis seperti MBG adalah langkah yang sangat tepat.

“Kami sangat mendukung langkah edukatif ini. KUA tidak hanya melayani urusan administrasi, tetapi juga memiliki peran edukasi publik. Melalui materi konsep halal-haram ini, kita membantu memastikan bahwa program pemerintah benar-benar menghadirkan keberkahan bagi generasi mendatang,” ungkap H. Basid Rustami.

Kegiatan ini berkaitan erat dengan program Mandatori Halal dan Kampanye Global Halal yang digencarkan oleh Kementerian Agama RI melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Upaya ini merupakan langkah konkret Kemenag dalam melindungi konsumen Muslim serta menjamin ketersediaan produk halal di seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, edukasi ini mendukung program Akselerasi Sertifikasi Halal bagi penyedia jasa makanan dan minuman. Dengan pemahaman yang kuat dari para relawan dapur, diharapkan standar kualitas makanan di wilayah Kulon Progo semakin meningkat, sehat, dan berkah sesuai dengan nilai-nilai religius dan kesehatan. (win/dpj )

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *