Tingkatkan Kualitas Keluarga, KUA Panjatan Gelar Literasi Al-Qur’an pada PKK Siliran

Kulon Progo (KUA Panjatan) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Panjatan terus memperluas jangkauan bimbingan masyarakat hingga ke tingkat dusun. Pada Kamis (14/1/2026) siang, Penyuluh Agama Islam KUA Panjatan hadir di tengah-tengah pertemuan rutin PKK di Dusun Siliran, Karangsewu, Galur, untuk memberikan pembekalan keagamaan dan sosial. Kegiatan ini dihadiri oleh sedikitnya 75 orang anggota PKK. Kehadiran Kartiwin, S.Pd.I., M.S.I. selaku Penyuluh Agama Islam KUA Panjatan disambut dengan penuh semangat oleh warga setempat.
Dalam paparannya, Kartiwin menekankan poin utama yang menjadi fondasi kebahagiaan rumah tangga Literasi Al-Qur’an, mengajak warga untuk tidak hanya sekadar membaca, tetapi mulai memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari sebagai kompas moral keluarga. Komunikasi Positif, memberikan tips praktis mengenai cara berkomunikasi yang baik antara suami-istri serta orang tua-anak guna mencegah konflik internal dan menciptakan suasana rumah yang harmonis.
“Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dengan literasi Al-Qur’an yang baik dan cara berkomunikasi yang positif, kita sedang membangun pondasi generasi masa depan yang tangguh,” ujar Kartiwin di sela-sela materinya.
Kepala KUA Kapanewon Panjatan, H. Basid Rustami, S.Ag., memberikan apresiasi yang tinggi atas terlaksananya kegiatan ini. Menurutnya, terjunnya penyuluh ke kelompok PKK adalah langkah strategis dalam menyentuh lapisan masyarakat paling dasar.

“Kami sangat mendukung inisiatif ini. KUA harus hadir memberikan solusi bagi problematika umat, termasuk dalam penguatan fungsi keluarga melalui literasi agama,” jelas Basid.
Kegiatan pembinaan di Dusun Siliran ini merupakan implementasi nyata dari program strategis Kementerian Agama RI, di antaranya, Penguatan Ketahanan Keluarga, sejalan dengan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) dan Bimbingan Perkawinan, namun menyasar mereka yang sudah berkeluarga agar tetap harmonis.
Moderasi Beragama berbasis Keluarga, menjadikan keluarga sebagai unit terkecil dalam menanamkan nilai-nilai toleransi dan kasih sayang. Pemberdayaan Masyarakat melalui Penyuluh, memaksimalkan peran Penyuluh Agama Islam sebagai agen perubahan (agent of change) di tengah masyarakat.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan warga Dusun Siliran semakin melek literasi Al-Qur’an dan mampu menerapkan pola komunikasi yang sehat demi mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. ( win/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!