Workshop Pembuatan Kopi, DKP dan OSIM MTsN 4 Kulon Progo Sangat Antusias

Kulon Progo (MTsN4KP) – MTsN 4 Kulon Progo menggelar kegiatan workshop kewirausahaan dan pelatihan pembuatan kopi. Agenda tersebut dilaksanakan di Kopi Tumpangsari Purwosari, Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Rabu (21/1/ 2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan dari Dewan Kerja Penggalang (DKP) dan Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) didampingi oleh Kepala Madrasah, Hj. Asnah Al-Amien, S.Ag.,M.S.I., Waka Humas Siti Suwarni, S.Pd., M.Sc., Waka Kesiswaan Lukman Khakim, S.Pd., Waka Sarpras Teguh Suryono, S.Pd., dan juga Pembina OSIM, Moh Aditya Nur Azis, S.Pd.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu program inovasi dalam upacaya peningkatan kapasitas bagi warga madrasah. Kepala Madrasah, Asnah Al-Amien, S.Ag., M.S.I. mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut memang diprogramkan sebagai upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan semenjak dini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya menambah pengetahuan. Tetapi juga melatih keterampilan dan kerja sama. Kegiatan seperti ini dinilai mampu membekali pelajar dengan pengalaman nyata yang dapat diterapkan di masa depan,” ungkap Kamad.

“Kopi Tumpangsari bisa menjadi salah satu role model. Bagaimana alumni MTsN 4 Kulon Progo dapat mengoptimalkan potensi lokal yang ada untuk nilai jual dan juga manfaat yang lebih tinggi,” imbuhnya.
Narasumber yang juga merupakan owner Kopi Tumpangsari, Tegar Cahya Putra menyampaikan teori serta menunjukkan langsung cara menyeduh kopi dengan berbagai teknik. Mulai dari manual brew, mesin espresso, hingga membuat latte art yang estetis. Kopi Tumpangsari tak hanya sekadar tempat orang menikmati kopi saja. Namun juga menemukan inspirasi terutama bagi kaum muda. “Awalnya kami Muda Tumpang Sari dan Lestari Purwosari memiliki rencana pengembangan untuk menjadi sentra kewirausahaan pemuda berorientasi global. Yakni yang mengembangkan produk olahan dan eduwisata berbasis komoditas lokal serta keanekaragaman hayati secara berkelanjutan di Girimulyo ini,” ucap Tegar.

Tegar sebagai salah satu alumni MTsN 4 Kulon Progo juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan masyarakat. “Tumpangsari harus memberi manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya menghadirkan kegiatan yang positif. Tetapi juga menjadi ruang berkumpul dan berproses bagi pemuda-pemudi Purwosari. Bersama Lestari Purwosari gerakan ini menjadi upaya pelestarian alam yang berkelanjutan dan mampu menumbuhkan kemandirian serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat,” tegasnya.
Baik pengurus DKP maupun OSIM mengakui bahwa pelatihan pembuatan kopi menjadi daya tarik tersendiri. Mereka tidak hanya mendapatkan teori. Tetapi juga praktik langsung dalam meracik kopi. Hal ini diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan yang bermanfaat dan berpotensi dikembangkan menjadi usaha mandiri. Melalui workshop kewirausahaan dan pelatihan pembuatan kopi di Purwosari ini diharapkan para peserta semakin termotivasi untuk berkreasi, berinovasi, dan memiliki semangat berwirausaha sejak bangku madrasah. (dew/siw/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!