​Menjemput Cahaya di Ambang Pintu

Oleh: M. Dharent Setiawan

 

​Sya’ban mulai mengemas diri dalam sunyi,

Meninggalkan jejak waktu yang takkan kembali.

Di ufuk sana, seulas senyum hilal mulai tampak,

Mengetuk hati yang barangkali selama ini retak.

 

Kita telah berjalan jauh menempuh debu dunia,

Kadang lupa pada hakikat, sibuk mengejar fana.

​Kini saatnya membasuh muka dan menyucikan jiwa,

Menyiapkan rumah batin untuk tamu yang mulia.

 

Bukan sekadar menahan haus dari terbit fajar,

Tapi melatih lisan agar tetap lembut dan sabar.

Mohon maaf atas khilaf yang sengaja atau tak sengaja,

Semoga Ramadan kali ini membawa kita ke pintu surga.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *