Digitalisasi Madrasah: Guru Bahasa Arab Kembangkan e-Modul Interaktif Nahwu di MAN 1 Kulon Progo

Kulon Progo (MAN 1 KP) — Transformasi digital pembelajaran di madrasah terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satunya ditunjukkan oleh guru Bahasa Arab MAN 1 Kulon Progo, Nur Wijayanti, S.Hum., M.Pd., yang mengembangkan e-Modul interaktif Nahwu sebagai inovasi pembelajaran Bahasa Arab yang lebih fleksibel dan mandiri bagi peserta didik.
Pengembangan e-Modul tersebut merupakan hasil tindak lanjut dari keikutsertaan dalam Bimbingan Teknis Penyusunan e-Modul Angkatan II yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Semarang pada 9–13 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun bahan ajar digital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.
Nur Wijayanti menjelaskan bahwa penyusunan e-Modul diawali dari analisis kebutuhan pembelajaran serta identifikasi kesulitan siswa dalam memahami kaidah Nahwu. Proses pengembangannya dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu analisis kebutuhan, penyusunan storyboard, pengembangan desain e-Modul, uji coba terbatas, serta revisi penyempurnaan.
Menurutnya, e-Modul ini dirancang tidak hanya menyajikan materi tata bahasa Arab secara sistematis, tetapi juga dilengkapi analisis ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat kaidah gramatika yang dipelajari. Dengan demikian, siswa diharapkan mampu menerapkan pemahaman Nahwu secara mandiri, terutama saat membaca Al-Qur’an di rumah.
Plt. Kepala Madrasah, Sihono Setyo Budi, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas inovasi tersebut. Ia menilai pengembangan e-Modul ini menjadi bagian dari upaya nyata mendukung digitalisasi madrasah.
“Pengembangan bahan ajar digital seperti e-Modul ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat literasi digital di lingkungan madrasah. Kami berharap inovasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa serta menjadi inspirasi bagi guru lainnya,” ujarnya.
Melalui inovasi ini, MAN 1 Kulon Progo menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital, sejalan dengan program transformasi pendidikan madrasah yang terus didorong oleh Kementerian Agama. (nwj/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!