Edukasi Puasa Padukuhan Kuwirun: Penyuluh KUA Pengasih Bedah Tiga Tingkatan Puasa ala Al-Ghazali

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Dalam rangka meningkatkan kualitas ibadah warga menjelang bulan suci, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih melaksanakan bimbingan dan penyuluhan bagi kelompok PKK Padukuhan Kuwirun, Kalurahan Kulwaru, pada Jumat (20/02/2026) yang bertempat di rumah Dukuh M. Nuryasin.
Kegiatan yang berlangsung hangat ini dihadiri langsung oleh Ketua PKK Pedukuhan Kuwirun Suparmi beserta puluhan anggota PKK setempat. Fokus utama edukasi kali ini adalah membedah kedalaman makna puasa merujuk pada kitab legendaris Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali.
Dalam paparannya, Luazizah, S.H.I, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih menjelaskan bahwa puasa bukan hanya soal perpindahan jam makan, melainkan memiliki tiga tingkatan kualitas: Pertama; Puasa Awam (Shaum al-Umum): Tingkatan paling dasar, yakni menahan diri dari makan, minum, dan pemenuhan kebutuhan biologis sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Orang kebanyakan berpuasa hanya menahan lapar, harus dan menahan hawa nafsunya saja tetapi masih melakukan perbuatan menggunjing, marah dan lainnya. Kedua; Puasa Khusus (Shaum al-Khusus): Selain menahan lapar, tingkatan ini melibatkan kemampuan menjaga panca indera (mata, telinga, lisan, tangan, dan kaki) dari perbuatan dosa. Ketiga; Puasa Khusus bil Khusus (Shaum Khusus al-Khusus): Tingkatan tertinggi di mana hati dan pikiran sepenuhnya terjaga dari urusan duniawi dan hanya terfokus kepada Allah SWT. Berpuasa menahan segalanya dan lebih meningkatkan ibadah seperti tadarus alquran, sholat tahajud, sholat sunnah, shodaqoh dan sebagainya.
Dukuh Suparmi menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, edukasi seperti ini sangat dibutuhkan ibu-ibu agar ibadah di rumah tangga tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi menjadi sarana perbaikan diri yang nyata.

Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi sekaligus menegaskan peran strategis Penyuluh Agama Islam di tengah masyarakat: “Kami sangat mengapresiasi semangat ibu-ibu PKK di wilayah Penyuluh kami. Perlu dipahami bahwa tugas seorang Penyuluh Agama Islam tidaklah terbatas pada ruang kerja atau wilayah administratif tertentu saja. Mereka memiliki kewajiban moral untuk hadir di tengah dan dimanapun masyarakat membutuhkan bimbingan, baik itu di majelis taklim, kelompok PKK, hingga ke pelosok padukuhan,” ujar Alam Rangga.
Dengan membedah konsep puasa Imam Al-Ghazali ini, kami ingin memastikan bahwa edukasi agama hadir secara substansial. Harapannya, masyarakat tidak hanya menjalankan rutinitas, tetapi benar-benar naik kelas dalam kualitas ibadahnya,” ujar Rangga.(lua/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!