Ego yang Bungkam-bungkam

Anindita Keisha Az-Zahra
Siswa MTsN 5 Kulon Progo

Di ambang fajar, bising dunia kita hentikan,
Nafsu yang riuh, pelan-pelan kita jinakkan,
Bukan sekadar lambung yang dikosongkan,
Tapi ruang batin yang sedang dibersihkan.

Terik menyengat, kerongkongan kian mengering,
Namun fokus di dada terasa makin meruncing,
Membuang ambisi yang seringkali berpaling,
Mencari tenang di balik sujud yang hening.

Detik merayap dalam sabar yang panjang,
Menempa raga agar tak lagi mudah bimbang,
Setiap dahaga adalah jembatan menuju terang,
Mencuci noda hingga hati kembali lapang.

Saat ufuk mulai menyala merah saga,
Satu tegukan air menghapus segala dahaga,
Syukur mengalir, tenanglah seluruh jiwa,
Menanglah kita di hadapan Sang Maha Kuasa.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *