Empat Siswa Mandaku Jualan Gorengan Manfaatkan Hasil Kebun Sendiri

Kulon Progo (MAN 2 KP) – Kreativitas dan semangat kewirausahaan ditunjukkan oleh empat siswa kelas XII Program Keterampilan Agribisnis dan Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) MAN 2 Kulon Progo. Untuk mengisi waktu sore, mereka memanfaatkan hasil kebun dengan mengolahnya menjadi aneka gorengan dan menjualnya di pinggir Jalan Pahlawan Wates, tepatnya di sekitar Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo pada Jumat, (20/2/2026) sore.

Keempat siswa tersebut adalah Fauziman Rifai, Almaas Afaada, Muhammad Fahreza Al Mubarok, dan Nova Wiva Kurniawan. Dengan peralatan sederhana dan tenda kecil, mereka menjajakan berbagai gorengan seperti bakwan sayur, tempe mendoan, tahu isi, dan pisang goreng yang sebagian bahan bakunya berasal dari hasil kebun.

Mereka bergantian menyiapkan adonan, menggoreng, hingga melayani pembeli yang mayoritas adalah warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas. Aktivitas ini tidak hanya menjadi sarana praktik langsung kewirausahaan, tetapi juga melatih kerja sama, manajemen waktu, serta tanggung jawab.

Salah satu siswa menuturkan bahwa kegiatan ini berawal dari keinginan untuk memanfaatkan hasil kebun agar memiliki nilai jual. Daripada hanya dipanen untuk konsumsi sendiri, mereka berinisiatif mengolahnya menjadi produk siap saji yang diminati masyarakat.

Kepala Unit Produksi MAN 2 Kulon Progo, H. Imam Muttaqien, S.TP., memberikan apresiasi atas inisiatif para siswa tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan tujuan program keterampilan di madrasah, yaitu menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.

“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi langsung praktik bagaimana memproduksi, mengemas, hingga memasarkan produk. Inilah proses pembentukan jiwa entrepreneur yang sesungguhnya,” ujar Imam Muttaqien.

Ia juga menegaskan bahwa madrasah memberikan ruang bagi siswa untuk berwirausaha selama tetap memprioritaskan kewajiban utama sebagai pelajar.

“Silakan berjualan dan berkreasi selama tidak mengganggu jam belajar dan tanggung jawab akademik. Pendidikan tetap menjadi prioritas. Justru dengan manajemen waktu yang baik, mereka belajar disiplin dan profesional sejak dini,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pengalaman berjualan secara langsung akan menumbuhkan rasa percaya diri pada diri siswa. Berhadapan dengan pembeli, menerima kritik, serta mengelola keuntungan dan modal adalah pembelajaran nyata yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas.

“Kepercayaan diri itu tumbuh ketika mereka berani mencoba. Kami berharap setelah lulus nanti, mereka tidak hanya berpikir mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan menghidupi diri sendiri dari keterampilan yang dimiliki,” tambahnya.

Kegiatan sederhana di tepi Jalan Pahlawan Wates tersebut menjadi bukti bahwa semangat belajar dan berwirausaha dapat dimulai dari langkah kecil. Melalui tangan-tangan kreatif siswa APHP MAN 2 Kulon Progo, hasil kebun tidak hanya menjadi produk pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kemandirian dan masa depan yang lebih cerah. (gia/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *