Fajar Yang Menenangkan

Novita Aulia Mega
Siswa MTsN 5 Kulon Progo
Di ambang ufuk, mentari malu-malu menyapa,
Membawa kabar tentang bulan penuh mulia
Saat sahur menjadi ritme sunyi yang hangat,
Mengisi jiwa dengan doa dan niat yang kuat.
Menahan lapar, bukan sekadar haus di kerongkongan,
Namun tentang hati yang belajar dalam ketenangan.
Menjaga lisan dari kata yang melukai,
Membersihkan diri dari ego yang tinggi hati.
Beduk bertalu, memecah heningnya petang,
Membawa syukur yang tak henti-hentinya datang.
Seteguk air terasa begitu berharga,
Lambang kasih Tuhan yang melimpah tak terhingga.
Ramadan adalah jeda untuk kembali pulang,
Menemukan damai di sela hiruk-pikuk yang garang.
Semoga sucinya malam dan terangnya siang,
Membasuh luka hingga iman kembali benderang.



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!