Gayuh dan Hasna Siswa MAN 2 Kulon Progo, Raih Juara MTQ “Gema Cahaya Islami” ISI Yogyakarta

Yogyakarta (MAN2KP) – Alkienat Gayuh Lacikal Lajalu dan Hasna Fauziyah Ramadhani, dua siswa MAN 2 Kulon Progo, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2 dan Juara 3 dalam Lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) “Gema Cahaya Islami” yang diselenggarakan oleh Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta pada Sabtu, (31/1/2026).

Keikutsertaan dan keberhasilan Gayuh dan Hasna dalam ajang tersebut menjadi wujud nyata komitmen MAN 2 Kulon Progo dalam memberikan ruang pengembangan minat, bakat, dan prestasi peserta didik, tidak hanya pada bidang akademik, tetapi juga non akademik termasuk dalam penguatan nilai religius dan seni Islami.

Salah satu peserta, Gayuh, yang memiliki nama lengkap Alkienat Gayuh Lajalu, dikenal memiliki kemampuan yang baik dalam seni baca Al-Qur’an. Menariknya, di samping prestasinya di bidang tilawah, Gayuh juga merupakan dalang remaja yang aktif menekuni seni pedalangan. Kecintaannya pada Al-Qur’an berjalan beriringan dengan ketertarikannya pada seni dan budaya tradisi, menjadikannya sosok pelajar yang religius sekaligus berbudaya.

Kegiatan “Gema Cahaya Islami” sendiri dirancang bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sebagai ruang ekspresi iman, bakat, dan kreativitas generasi muda dalam menyemarakkan suasana menyambut bulan suci Ramadan. Lomba ini terbuka bagi peserta beragama Islam dari kalangan pelajar dan mahasiswa berbagai jenjang, tanpa dipungut biaya, serta memberikan e-sertifikat bagi seluruh peserta.

Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.Pd., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas capaian kedua siswanya tersebut.

“Kami mengucapkan selamat kepada ananda Gayuh dan Hasna atas prestasi yang diraih. Madrasah selalu berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk mengembangkan bakat, passion, dan prestasi, baik di bidang akademik, keagamaan, maupun seni,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa MAN 2 Kulon Progo terus berupaya mendampingi dan memfasilitasi peserta didik melalui pembinaan, pendampingan guru, serta dukungan penuh terhadap kegiatan positif siswa.

“Kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi unik. Tugas madrasah adalah mendampingi dan memfasilitasi agar potensi tersebut tumbuh secara optimal,” imbuhnya.

Sementara itu, guru pendamping, Fauziyah Nur’aini, S.H., menyampaikan rasa bangga atas semangat dan kesungguhan siswa dalam mengikuti lomba MTQ tersebut.

“Gayuh dan Hasna menunjukkan komitmen dan keseriusan dalam berlatih. Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, latihan yang konsisten, serta dukungan lingkungan madrasah,” ujarnya.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk berani mengembangkan bakat dan potensi diri, khususnya dalam bidang keagamaan dan seni Islami. (gia/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *