Guru Mansaku Jadi Wasit Dua Cabang Beladiri di POPDA Kulon Progo 2026

Kulon Progo (MAN 1 KP) — Kiprah guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kulon Progo kembali menunjukkan kualitas dan profesionalismenya di tingkat daerah. Pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Kulon Progo Tahun 2026 yang diselenggarakan pada (14–15/2/2026) , dua guru Mansaku dipercaya mengemban tugas sebagai wasit pada cabang olahraga beladiri.
Keduanya adalah Rohmat Hartono, S.Pd.I., yang bertugas sebagai wasit cabang pencak silat, serta Vera Veronica, S.Pd., yang dipercaya menjadi wasit cabang karate. Penunjukan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kompetensi, pengalaman, serta integritas keduanya dalam dunia olahraga sekaligus pendidikan.
Keikutsertaan guru madrasah dalam ajang olahraga pelajar ini tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis dalam membina generasi muda melalui nilai sportivitas, disiplin, dan kejujuran. Dalam pelaksanaan pertandingan, peran wasit sangat menentukan jalannya kompetisi yang adil dan profesional.
Salah satu wasit dari Mansaku, Rohmat Hartono, mengungkapkan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya merupakan amanah sekaligus kesempatan untuk berkontribusi dalam pembinaan atlet muda daerah.
“Menjadi wasit di POPDA adalah tanggung jawab besar, karena kami harus menjaga keadilan pertandingan sekaligus memberi contoh sikap sportif bagi para atlet pelajar. Saya merasa bangga bisa berkontribusi membawa nilai-nilai pendidikan ke dalam dunia olahraga,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman di arena pertandingan juga dapat menjadi bekal berharga dalam mendampingi siswa di madrasah, khususnya dalam pembinaan karakter dan pengembangan minat olahraga.
Pelaksana Tugas Kepala MAN Satu Kulon Progo, Sihono Setyo Budi, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan dua guru tersebut dalam ajang POPDA 2026.
“Kami sangat bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada guru Mansaku untuk menjadi wasit dalam POPDA Kulon Progo. Hal ini menunjukkan bahwa guru madrasah tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional di bidang olahraga. Semoga capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi masyarakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap keterlibatan guru dalam kegiatan tingkat daerah dapat memperkuat citra madrasah sebagai lembaga pendidikan yang aktif, adaptif, dan berdaya saing. Menurutnya, madrasah harus mampu menjadi ruang tumbuh bagi potensi siswa maupun guru, baik dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, maupun olahraga.
Partisipasi guru Mansaku dalam POPDA 2026 menjadi bukti nyata bahwa madrasah tidak hanya berfokus pada pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga hadir dalam ruang-ruang publik untuk mendukung pembinaan generasi muda. Dengan semangat profesionalisme dan pengabdian, guru madrasah terus menunjukkan bahwa mereka adalah pendidik sekaligus teladan di tengah masyarakat. (nhd/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!