Hari Pertama Tryout TKA MI Muhammadiyah Nglinggo Lancar

Kulon Progo (MIMUGO) — MI Muhammadiyah Nglinggo melaksanakan kegiatan Tryout Tes Kemampuan Akademik (TKA) selama tiga hari, Selasa-Kamis (10–12/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 17 peserta didik sebagai bagian dari persiapan menghadapi asesmen akademik berbasis komputer.

Pelaksanaan Tryout TKA dilakukan dengan dua sesi. Mengingat keterbatasan sarana pendukung yang dimiliki madrasah, yakni 8 unit laptop. Pembagian sesi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh peserta didik dapat mengikuti kegiatan secara tertib dan optimal.

Tryout TKA dilaksanakan dengan mata pelajaran Matematika pada hari pertama, Bahasa Indonesia pada hari kedua, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada hari ketiga. Secara umum kegiatan berjalan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Teknisi pelaksanaan, Sigit Untoro, S.Pd.I. menyampaikan bahwa kegiatan berjalan dengan baik, meskipun sempat terjadi gangguan jaringan internet.

“Secara teknis pelaksanaan Tryout berjalan lancar. Memang sempat terjadi gangguan jaringan internet sesaat. Namun dapat segera diatasi dan tidak berdampak signifikan terhadap jalannya kegiatan,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Operator TKA MI Muhammadiyah Nglinggo, Sigit Setiyawan, S.Pd. yang menyebutkan adanya kendala teknis ringan pada aplikasi di awal pelaksanaan. “Di awal pelaksanaan terdapat sedikit kendala pada aplikasi. Namun berkat komunikasi dan koordinasi intensif dengan Admin TKA Kabupaten Kulon Progo, Muhammad Abdul Haris permasalahan tersebut dapat segera terselesaikan,” ungkapnya.

Kepala MI Muhammadiyah Nglinggo, Budiyanto, S.Pd.I. menyampaikan bahwa secara teknis pelaksanaan Tryout TKA hari pertama berjalan dengan lancar. Namun dari sisi peserta didik, terdapat beberapa siswa yang belum dapat menyelesaikan soal Matematika secara maksimal karena keterbatasan waktu pengerjaan. “Hal ini menjadi bahan evaluasi kami untuk memperkuat pendampingan dan meningkatkan kesiapan peserta didik dalam menghadapi asesmen ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut Budiyanto menegaskan komitmen madrasah dalam mendukung program digitalisasi. “Ke depan kami berharap dapat terus menambah sarana digital, khususnya perangkat laptop. Meskipun MI Muhammadiyah Nglinggo berada di wilayah pedesaan, kami memiliki visi menjadikan madrasah mampu menjawab tantangan zaman dengan wacana pengembangan kelas IT. Hal ini agar peserta didik memiliki literasi digital dan daya saing yang baik di era digital,” imbuh Budi.

Budiyanto juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak yang ingin berkontribusi dalam pengembangan digitalisasi pendidikan di MI Muhammadiyah Nglinggo. “Kami terbuka bagi siapa pun yang ingin ikut andil dalam memajukan madrasah. Khususnya dalam pemenuhan sarana digital demi peningkatan mutu layanan pendidikan,” pungkasnya. (bud/abi).

#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *