Inovasi KUA Pengasih “PUBER”: Sinergi Edukasi Remaja dan Orang Tua untuk Generasi Unggul

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Inovasi layanan terus digulirkan oleh KUA Pengasih. Dalam forum Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam yang berlangsung pada Selasa (03/02/2026), KUA Pengasih memaparkan program unggulan bertajuk PUBER (Pusat Bimbingan Edukasi Remaja dan Orang Tua).
Pemaparan program ini disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Mukhyidin, S.Kom. Ia menjelaskan bahwa PUBER bukan sekadar program teori, melainkan aksi nyata yang lahir dari kebutuhan lapangan.
Cikal bakal program PUBER bermula dari kegiatan lintas sektoral (Linsek) antara KUA dengan Puskesmas Pengasih I. Saat itu, tim melakukan screening kesehatan secara menyeluruh di SMA N 1 Pengasih. Dilakukan juga konseling remaja dengan beban masalah yang dipetakan dan diukur dengan matrikulasi agar pembinaan serta tindak lanjut lebih tepat.
Dari hasil pengamatan di sekolah tersebut, ditemukan bahwa bimbingan bagi remaja akan jauh lebih efektif jika melibatkan peran aktif orang tua. Hal inilah yang mendasari lahirnya nama PUBER (Pusat Bimbingan Edukasi Remaja dan Orang Tua) sebagai wadah pendampingan yang komprehensif.
Pemaparan inovasi ini mendapatkan atensi khusus dan apresiasi tinggi dari para pimpinan yang hadir, di antaranya:
Kepala Kantor Kemenag (Kakan) Kulon Progo H.M. Wahib Jamil, S.Ag, M.Pd., Kasi Bimas Islam KanKemenag Kulon Progo, M.Qomaruzzaman, S.Ag, MSI, Ketua Pokjaluh Kulon Progo, H. Rohman, S.Ag, Serta Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Kulon Progo memberikan apresiasi atas inisiatif KUA Pengasih yang mampu menangkap peluang kolaborasi dengan instansi kesehatan (Puskesmas) untuk menyentuh langsung basis pendidikan remaja.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, menjelaskan filosofi di balik program ini. Beliau menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci dalam menghadapi tantangan zaman. “Nama PUBER sengaja kami pilih agar mudah diingat, namun memiliki esensi yang dalam sebagai Pusat Bimbingan Edukasi Remaja dan Orang Tua. Kami percaya bahwa karakter remaja tidak hanya dibentuk di sekolah, tapi juga lewat penguatan pola asuh di rumah. Melalui sinergi dengan Puskesmas Pengasih I dan pihak sekolah seperti SMA N 1 Pengasih, kami ingin memastikan remaja kita tumbuh sehat secara fisik dan terbimbing secara spiritual,” tegasnya.
Dengan adanya paparan inovasi ini, program PUBER diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam mengoptimalkan peran penyuluh agama di tengah masyarakat.(lua/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!