Integrasi Spiritual dan Kesehatan: KUA Pengasih dan PKH Edukasi Warga Nabin Sidomulyo

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Suasana hangat menyelimuti kediaman Ibu Kurnaesih di RT 022 RW 010 Nabin, Sidomulyo, Pengasih, pada Kamis pagi (19/02/2026). Warga Nabin berkumpul untuk mengikuti kegiatan penyuluhan yang menggabungkan penguatan nilai-nilai keagamaan dan edukasi kesehatan praktis bagi keluarga.
Hadir sebagai narasumber utama, Mukhyidin, S.Kom. didampingi oleh Muhammad Musodiqin, S.Sos. Dalam penyampaiannya, Mukhyidin menekankan bahwa ibadah puasa yang dijalankan bukan sekadar menahan lapar, melainkan proses transformasi menuju ketaqwaan yang hakiki.
“Ketaqwaan itu bukan sekadar casing atau tampilan lahiriah. Ia adalah buah dari kapasitas ilmu, pengalaman, dan usaha terus-menerus. Puasa adalah instrumen personal antara hamba dengan Allah untuk melatih disiplin diri dan menghapus dosa,” terang Mukhyidin di hadapan para peserta.
Tak hanya soal asupan rohani, warga juga dibekali pengetahuan mengenai kesehatan fisik oleh Pendamping PKH, Nanik Wijayanti. Dalam sesi bertajuk “Pilih Plastik Cerdas, Keluarga Sehat”, Nanik mengedukasi warga agar lebih selektif memilih wadah plastik untuk makanan dan minuman. “Pastikan botol plastik keluarga berlabel BPA-Free dan memiliki kode angka 2, 4, atau 5. Plastik jenis ini lebih aman digunakan berulang kali dan tidak mudah melepaskan zat berbahaya,” tegas Nanik sambil menunjukkan contoh kode daur ulang kepada warga.
Kegiatan ini mendapat apresiasi khusus dari Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I, M.S.I. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan bahwa menjaga kesehatan tubuh dengan menggunakan bahan yang aman (thoyyib) merupakan bagian dari manifestasi rasa syukur kepada Sang Pencipta.
“Menjaga kesehatan keluarga melalui pilihan sarana hidup yang sehat adalah bentuk perlindungan diri (Hifzun Nafs) yang sejalan dengan nilai-nilai ibadah. Muslim yang bertaqwa adalah mereka yang juga peduli pada keselamatan dan kesehatan keluarganya,” ujar Rangga.
Acara diakhiri dengan tanya jawab interaktif, di mana warga tampak antusias menanyakan tips memilih perlengkapan dapur yang aman demi mencegah risiko penyakit jangka panjang.(lua/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!