Kakan Wahib Jamil: Puasa Ajarkan Ketulusan dan Keikhlasan

Kulon Progo (Kankemenag) – Puasa mengajarkan kepada umat manusia agar senantiasa menjaga ketulusan dan keikhlasan hati dalam menjalankan ibadah. Puasa juga mengajarkan agar ibadah tidak untuk mengejar kepuasan dan penghormatan dari manusia. Kepala Kankemenag Kulon Progo, H.M. Wahib Jamil, S.Ag. M.Pd. menyampaikan hal itu dalam Ceramah Bakda Zuhur. Agenda tersebut yang berlangsung di Musala Kantor Pertanahan Kulon Progo pada Kamis (19/2/2026) siang.
“Puasa mengajarkan kita ketulusan dan keikhlasan. Karena puasa tidak bisa untuk mengejar kepuasan dan pengormatan dari manusia,” ujarnya.

“Kalau ibadah yang lain itu bisa kita perlihatkan di hadapan manusia. Contohnya salat yang kita jalankan. Seorang imam mungkin dalam hati ada pikiran untuk menggunakan bacaan yang bagus agar tampak di hadapan Jemaah. Tetapi kalau puasa tidak bisa dilakukan seperti itu,” imbuh Kakan.
“Kalau kita mencari sebuah kemuliaan dari manusia, selama-lamanya itu tidak akan pernah mendapatkannya. Jadi kalau kita seorang pegawai kemudian hanya mencari sebuah penghormatan dan apresiasi dari pimpinan, selamanya kita tidak akan pernah mendapatkan itu. Tetapi kalau arah dan tujuan kebaikan kita itu selalu disandarkan untuk mencari rida Allah, maka pasti akan diberikan dan tak pernah ditinggalkan,” terang Jamil.

“Puasa ini mengajarkan kepada kita untuk senantiasa kembali dan bersandar kepada Allah SWT. Apa yang kita lakukan nantinya langsung dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Kemudian Allah yang akan memberikan balasan terhadap kita semua. Maka kita tidak boleh kemudian merasa kecil di antara manusia yang lain pandai atau punya satu kemuliaan. Kita juga tidak boleh juga merasa tinggi dihadapan orang-orang yang mungkin menurut kita itu mereka itu berada di bawah,” pesan Kakan.
“Oleh karena itu, kami mengajak bersama-sama pada kesempatan yang mulia ini untuk memasuki bulan Ramadan dengan sebaik-baiknya. Kita manfaatkan semaksimal mungkin dalam ibadah selama di bulan Ramadan ini. Ssemoga dengan demikian dosa-dosa kita diampuni oleh Allah. Kemudian dijauhkan dari sifat-sifat kesombongan, keangkuhan, apalagi merasa paling suci. Semoga juga diberkahi dan pada akhirnya Allah akan melindungi dan menerima amal ibadah kita semuanya,” pungkas Jamil. (ant/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!