Ketahanan Keluarga; KUA Pengasih Bekali Warga Kroco Strategi Kelola Keuangan dan Wirausaha
Kulon Progo (KUA Pengasih) –Kemandirian ekonomi menjadi fokus utama dalam pertemuan kelompok penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Padukuhan Kroco, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kamis (05/02/2026).
Kegiatan ini bertujuan agar warga tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu mengelola keuangan rumah tangga dan merintis usaha mandiri.
Acara yang dipandu oleh Pendamping PKH, Octavina Dhita Damastuti, ini menghadirkan dua penyuluh, Mukhyidin, S.Kom dan Muhammad Musodiqin, S.Sos. Keduanya secara gamblang memaparkan bagaimana cara memisahkan antara kebutuhan dan keinginan agar dapur tetap “ngebul” sekaligus memiliki tabungan untuk modal usaha.
Satu poin menarik dalam penyuluhan ini adalah landasan spiritual yang diambil dari Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 9. Ayat tersebut mengingatkan umat manusia agar tidak meninggalkan keturunan dalam keadaan lemah, baik secara iman maupun ekonomi. “Kita punya tanggung jawab besar. Jangan sampai kita meninggalkan anak-anak yang lemah kesejahteraannya. Oleh karena itu, bertakwa kepada Allah juga berarti berusaha secara jujur dan cerdas dalam mencari nafkah,” ujar Mukhyidin saat memberikan materi.
Sementara itu, Musodiqin menekankan pentingnya literasi digital dan mentalitas wirausaha di era sekarang. Menurutnya, memulai usaha tidak harus langsung besar, melainkan konsisten dan jeli melihat peluang di sekitar lingkungan Sendangsari.

Meskipun tidak bisa hadir langsung di lokasi, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, memberikan pernyataan resmi terkait sinergi antara program sosial dan pesan keagamaan dalam kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa ketahanan ekonomi adalah pilar ketahanan keluarga. “Kami sangat mengapresiasi materi yang disampaikan. Mengelola keuangan dan berwirausaha bukan sekadar soal mencari uang, tapi merupakan bentuk ketakwaan untuk menjaga marwah keluarga. Sebagaimana pesan Surah An-Nisa ayat 9, mempersiapkan masa depan generasi yang kuat adalah kewajiban kita bersama agar mereka tumbuh menjadi anak-anak yang mandiri dan sejahtera,” tegas Rangga.(lua/dpj)




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!