KUA Kalibawang Hadiri Tradisi Nyadran sebagai Penguatan Pelestarian Budaya

Kulon Progo (KUA Kalibawang) – KUA Kapanewon Kalibawang melalui Penyuluh Agama Islam mendampingi pelaksanaan tradisi Nyadran yang dimaknai sebagai penguatan nilai birrul walidain di Padukuhan Srandu. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (2/2/2026) malam, bertempat di kediaman Dukuh Srandu, Syntia Darmawan, S.Pd.

Nyadran yang digelar masyarakat setempat menjadi sarana pelestarian tradisi sekaligus penguatan nilai keislaman. Dalam kegiatan ini, KUA Kalibawang mengambil peran pembinaan agar praktik tradisi tetap selaras dengan ajaran agama dan nilai moderasi beragama.

Tausiah disampaikan oleh Penyuluh  KUA Kalibawang, Bandar Nurul Baehaqi, S.Sos.I. Ia menekankan pentingnya birrul walidain sebagai landasan utama dalam kehidupan bermasyarakat. “Menghormati dan mendoakan orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat, merupakan ajaran Islam yang harus terus ditanamkan,” ujarnya.

Menurutnya, tradisi Nyadran dapat menjadi media dakwah kultural yang efektif apabila diisi dengan nilai edukatif dan keagamaan. Kehadiran penyuluh bertujuan meluruskan pemahaman masyarakat agar tradisi tidak bertentangan dengan akidah, namun justru memperkuat iman dan ukhuwah.

Kepala KUA Kapanewon Kalibawang, Ibnu Kafid, S.H.I., mengapresiasi keterlibatan aktif penyuluh agama dalam kegiatan masyarakat. “KUA hadir untuk membina, mendampingi, dan memastikan tradisi lokal tetap berjalan sejalan dengan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal,” katanya.

Ia menambahkan, sinergi antara KUA, penyuluh agama, dan masyarakat merupakan bagian dari pelayanan keagamaan yang berkelanjutan. Melalui pendekatan kultural seperti Nyadran, KUA berharap pesan keagamaan dapat diterima dengan lebih baik dan membumi di tengah masyarakat. (akh/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *