KUA Nanggulan Dorong Pemberdayaan Ekonomi Inklusif Bersama Komunitas SIGMA

Kulon Progo (KUA Nanggulan) – Komitmen dalam pendampingan masyarakat terus diwujudkan KUA Nanggulan melalui kunjungan langsung ke kelompok binaan. Pada Senin (9/2/2026), Kepala KUA Nanggulan, Jemino, S.H.I., M.H., bersama Penyuluh Agama Islam KUA Nanggulan, Humaidi Khair, S.Sos., melakukan pendampingan kepada Komunitas SIGMA di Tegalwarak, Grubug, Jatisarono.
Kegiatan dilaksanakan di pekarangan rumah Umar Prabowo selaku anggota sekaligus tuan rumah. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya, di mana KUA Nanggulan telah melaksanakan koordinasi sekaligus menyerahkan bantuan bibit sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi.
SIGMA sendiri merupakan akronim dari Sobat Inklusi Guyub Masyarakat Desa, sebuah komunitas yang bergerak pada pendampingan dan pemberdayaan masyarakat berbasis inklusi sosial. Kelompok ini merangkul individu dengan berbagai latar belakang, termasuk mereka yang memiliki hambatan fisik maupun sosial, atau kelompok rentan lainnya.
Kepala KUA Nanggulan, Jemino, menegaskan bahwa pendampingan tidak hanya sebatas motivasi spiritual, tetapi juga harus menyentuh aspek ekonomi.
“Ini adalah bentuk pendampingan lanjutan setelah satu minggu lalu kami melakukan koordinasi dan menyerahkan bibit nanas dan talas. Harapannya, bibit ini bisa menjadi langkah awal pemberdayaan ekonomi bagi anggota komunitas, sehingga mereka memiliki kegiatan produktif dan sumber penghasilan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pemberdayaan ekonomi merupakan bagian penting dari dakwah sosial. Menurutnya, membangun kemandirian ekonomi akan membantu mengurangi stigma sosial serta memperkuat kepercayaan diri anggota komunitas.

Umar Prabowo menyambut hangat kehadiran jajaran KUA Nanggulan. Turut hadir Nia, salah satu penggerak komunitas, yang menegaskan bahwa SIGMA hadir untuk menjadi ruang aman dan produktif bagi siapa saja yang ingin bangkit.
“Kami memang fokus pada komunitas inklusi. Dasar gerakan kami adalah kemanusiaan. Kami ingin membantu teman-teman yang memiliki hambatan, baik fisik maupun sosial, agar bisa kembali percaya diri, diterima masyarakat, dan produktif,” ujarnya.
Melalui pendampingan ini, KUA Nanggulan berharap sinergi antara pembinaan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan seimbang. Upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar membangun masyarakat desa yang guyub, mandiri, dan bermartabat. (col/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!