KUA Nanggulan Gencarkan Program Ekoteologi: Pengantin Awali Ibadah dengan Gerakan “Menikah, Menanam”

Kulon Progo (KUA Nanggulan) – Suasana berbeda mewarnai prosesi pernikahan pasangan Realino Toni Nugraha dan Patresia Ika Listyawati di KUA Nanggulan, Rabu (18/02/2026). Usai menerima buku nikah, keduanya langsung menanam bibit nanas di lahan produktif sebagai bagian dari program unggulan KEMBANG DESA ( Keluarga Membangun Ekonomi Berdaya dan Sejahtera) yang digagas KUA Nanggulan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Panewu,Lurah dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, H. M. Wahib Jamil, S.Ag.,M.Pd.
Dalam sambutannya, Wahib Jamil menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan pengantin. “Selamat menempuh hidup baru untuk Mbak Ika dan Mas Toni. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, diberi kesehatan, keberkahan, dan kelak dikumpulkan di surga Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi inovasi yang dilakukan KUA Nanggulan. Menurutnya, transformasi KUA saat ini tidak lagi sekadar tempat pencatatan pernikahan, tetapi telah menjadi pusat pelayanan keagamaan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Program ini selaras dengan prioritas Kementerian Agama. KUA harus menjadi pusat pemberdayaan umat, termasuk dalam penguatan ekonomi keluarga berbasis ketahanan pangan. Melalui kolaborasi dengan komunitas SIGMA, kita mendorong keluarga agar mandiri, produktif, dan mampu memberi manfaat bagi sesama,” tegasnya.

Kepala KUA Nanggulan, Jemino, S.H.I., M.H., menambahkan bahwa gerakan “Menikah Menanam” bukan sekadar simbolik.

“Kami memilih nanas karena mudah dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis. Harapannya, ini menjadi awal kemandirian ekonomi keluarga sekaligus bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” jelasnya.

Apresiasi juga datang dari Panewu Nanggulan, Drs. Sri Wahyunianto, M.A. Beliau berterima kasih atas peran aktif KUA yang tidak hanya mengurusi administrasi nikah, tetapi juga memberdayakan ekonomi keluarga demi kesejahteraan masyarakat Nanggulan.

Sebagai simbol komitmen, pasangan pengantin menanam 1.000 bibit nanas pada hari pernikahan mereka. Bagi keduanya, langkah tersebut menjadi filosofi bahwa rumah tangga harus ditanam dengan niat baik, dirawat dengan kesabaran, dan diharapkan berbuah keberkahan bagi keluarga serta masyarakat sekitar.

Melalui sinergi antara KUA dan pemerintah daerah, program ekoteologi ini diharapkan menjadi model pemberdayaan keluarga yang berkelanjutan di Kulon Progo. (col/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *