KUA Nanggulan Perkuat Ekoteologi dan Ekonomi Inklusif melalui Penyerahan Bibit Nanas

Kulon Progo (KUA Nanggulan) – Komitmen pemberdayaan ekonomi umat kembali ditegaskan KUA Nanggulan melalui kegiatan penyerahan bibit nanas dan talas kepada komunitas SIGMA (Sobat Inklusi Guyub Masyarakat Desa), Rabu (18/2/2026), di Gazebo Moderasi KUA Nanggulan.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Jawatan Sosial, Kasi Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Kulon Progo, Kepala KUA Nanggulan, serta anggota komunitas SIGMA yang merupakan kelompok inklusif berbasis masyarakat.
Kasi Bimas Islam Kankemenag Kulon Progo, M. Qomaruzzaman, S.Ag., M.S.I., menyampaikan apresiasi atas langkah konkret KUA Nanggulan yang tidak hanya fokus pada pelayanan administrasi, tetapi juga pada penguatan ekonomi umat berbasis nilai keagamaan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas komitmen KUA Nanggulan dalam mengembangkan program ekoteologi sebagaimana arahan Menteri Agama. Penguatan ekonomi umat melalui kerja sama dengan komunitas disabilitas ini adalah bentuk nyata dakwah yang membumi dan berdampak langsung,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa integrasi antara kepedulian sosial, pemberdayaan ekonomi, dan nilai spiritual merupakan arah pembangunan keagamaan yang berkelanjutan.
Kepala KUA Nanggulan, Jemino, S.H.I., M.H., menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari gerakan pemberdayaan ekonomi keluarga sakinah melalui budidaya nanas dan talas sebagai model kewirausahaan sosial.
“Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan fisik maupun sosial tetap memiliki ruang tumbuh dan kesempatan yang sama untuk mandiri secara ekonomi. Ini bukan sekadar bantuan bibit, tetapi awal dari proses pendampingan berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Asih, perwakilan komunitas SIGMA, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.
“Kami merasa sangat terbantu dan lebih diperhatikan, termasuk oleh pemerintah. Dukungan ini membuat kami lebih percaya diri untuk berkembang. Semoga ke depan kami bisa benar-benar mandiri dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Melalui sinergi ini, KUA Nanggulan berharap gerakan pemberdayaan berbasis inklusi dan kepedulian sosial dapat terus berkembang, sehingga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas, sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan dan keadilan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. (col/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!