KUA Nanggulan Syiarkan Makna Ramadhan sebagai Bulan Ilmu

Kulon Progo (KUA Nanggulan) – Menjelang datangnya bulan suci, Penyuluh Agama Islam KUA Nanggulan mulai gencar membekali jamaah dengan ilmu syar’i. Pada Ahad (22/02/2026) sore, penyuluh Andre Kusmananta, S.Pd., M.A., menyampaikan kultum mendalam bertajuk “Ramadhan Bulan Ilmu” di Mushola Al-Amin.
Dalam uraiannya, Andre menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar momentum menahan lapar, melainkan bulan turunnya cahaya pengetahuan. “Ramadhan disebut Syahrul ‘Ilmi karena di bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai sumber ilmu terbesar bagi manusia,” jelasnya merujuk pada QS. Al-Baqarah ayat 185.
Ia juga mengingatkan jamaah bahwa wahyu pertama yang turun di bulan Ramadhan adalah perintah “Iqra” (bacalah). Hal ini menjadi mandat bagi umat Islam untuk senantiasa menumbuhkan budaya membaca, memahami, dan mengkaji ilmu. Mengutip hadits riwayat Bukhari, Andre menceritakan tradisi mudarasah (belajar bersama) antara Nabi Muhammad ﷺ dan Malaikat Jibril sebagai teladan pentingnya muroja’ah di bulan suci.

Kepala KUA Nanggulan, Jemino, S.H.I., M.H., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif para penyuluh yang terus menebarkan ilmu di tengah masyarakat. “Kami ingin memastikan masyarakat menyambut Ramadhan dengan bekal pemahaman yang benar. Ilmu adalah kunci agar amalan kita di bulan penuh berkah ini diterima oleh Allah SWT,” ungkap Jemino.
Melalui kegiatan ini, diharapkan jamaah Masjid As Syam dan masyarakat Nanggulan pada umumnya dapat meningkatkan intensitas tadabbur Al-Qur’an serta memperbanyak kajian ilmu. Dengan semangat “Ramadhan Berilmu”, ibadah yang dijalankan diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi didasari atas landasan pengetahuan yang kuat demi meraih derajat takwa. (col/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!