MAN 3 Kulon Progo Gelar Ujian Praktik Seni Tari: Wadah Ekspresi dan Penguatan Karakter Siswa

Kulon Progo (MAN 3 KP) – Ujian praktik Seni Tari kelas XII MAN 3 Kulon Progo yang mengangkat tema “Ekspresi Budaya Generasi Muda: Kreativitas, Kekompakan, dan Keberanian dalam Berkarya” dilaksanakan pada Selasa (10/2/2026) dan Kamis (12/2/2026) bertempat di ruang kelas yang menjadi ruang pertunjukkan sederhana.
Setiap kelompok menampilkan tarian dengan konsep yang beragam. Ada yang mengangkat tari kreasi bernuansa tradisional, ada pula yang memadukan unsur modern dengan sentuhan budaya Nusantara. Kreativitas siswa tidak hanya terlihat dari gerakan tari, tetapi juga dari cara mereka mengombinasikan kostum, properti, serta ekspresi panggung yang selaras dengan tema tarian. Kekompakan antaranggota kelompok menjadi nilai lebih, karena setiap penampilan tampak terkonsep dan terkoordinasi dengan baik.
Guru Seni Budaya, Sylva Lundia Amararatri, S.Pd., menjelaskan bahwa ujian praktik ini tidak hanya menilai aspek teknik gerak, tetapi juga proses dan kerja sama tim.
“Melalui ujian praktik seni tari ini, saya ingin siswa belajar lebih dari sekadar menghafal gerakan. Mereka dilatih untuk bekerja sama, mengatur konsep penampilan, mengelola waktu latihan, serta berani mengekspresikan ide dan perasaan melalui gerak tari. Ini adalah bagian dari pembentukan karakter dan kepercayaan diri siswa,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa proses persiapan menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga bagi siswa. Mulai dari menentukan tema, membagi peran, menyusun konsep kostum, hingga mengatasi perbedaan pendapat dalam kelompok, semuanya melatih kemampuan komunikasi dan tanggung jawab.

Salah satu peserta ujian, Dina Citra Kirana, mengaku merasakan banyak manfaat dari kegiatan ini. Menurut Dina, proses latihan bersama teman-teman juga menjadi momen berharga yang mempererat kebersamaan. Meski sempat mengalami kesulitan dalam menyatukan gerakan dan konsep, hal tersebut justru membuat mereka belajar untuk saling memahami dan mendukung satu sama lain.
“Lewat ujian praktik tari ini, saya jadi lebih percaya diri tampil di depan umum. Kami belajar mengatur waktu latihan, saling menghargai pendapat teman satu kelompok, dan bekerja sama supaya penampilan kami terlihat kompak. Selain itu, saya jadi lebih berani mengekspresikan ide lewat gerak dan kostum yang kami pilih,” ujarnya.
Pelaksanaan ujian praktik seni tari ini diharapkan mampu menjadi ruang aktualisasi bagi siswa untuk menyalurkan bakat dan minat di bidang seni, sekaligus membentuk karakter kreatif, percaya diri, dan mampu bekerja dalam tim. Melalui kegiatan ini, madrasah tidak hanya menilai hasil akhir berupa penampilan tari, tetapi juga menghargai proses belajar, kerja keras, dan semangat kebersamaan para siswa dalam berkarya.(syl/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!