Mansaku Wakili Kulon Progo di Workshop FKUB DIY, Bahas Perluasan Program ke Sekolah
Sleman (MAN 1 KP) — MAN 1 Kulon Progo (Mansaku) mewakili Kabupaten Kulon Progo dalam kegiatan Workshop Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Daerah Istimewa Yogyakarta bertajuk “FKUB Goes to School: Perluasan dan Kendalanya”. Kegiatan tersebut digelar pada Kamis (12/2/2026) di Kenes Bakpia Resto Bakery, Sleman.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara FKUB DIY, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY. Workshop diikuti oleh pengurus FKUB DIY, perwakilan FKUB kabupaten/kota se-DIY, serta perwakilan 5 SMA, 5 MA, dan 1 SMK di DIY.
MAN 1 Kulon Progo dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Wakil Kepala Bidang Humas, Akh. Khudlori, S.Ag., M.Pd.I. Keikutsertaan Mansaku menjadi bentuk komitmen madrasah dalam mendukung penguatan moderasi beragama dan budaya toleransi di lingkungan pendidikan.
Workshop menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya H. Sidik Pramono, M.Si. selaku Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Dikmad) Kanwil Kemenag DIY, Kepala Disdikpora DIY, serta Dr. Greg Nur Hartanto, Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Dalam pemaparannya, H. Sidik Pramono menyampaikan materi bertajuk “Membangun Kerukunan Umat Beragama di Madrasah dalam Perspektif FKUB Goes to Madrasah”. Ia menegaskan bahwa madrasah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai moderasi beragama sejak dini.
“Madrasah harus menjadi garda terdepan dalam membangun budaya toleransi dan sikap saling menghormati. Program FKUB Goes to Madrasah merupakan langkah konkret memperluas ruang edukasi kerukunan di lingkungan pendidikan,” ujarnya.
Kepala Disdikpora DIY dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis kebhinekaan.
“Sekolah dan madrasah perlu menjadi ruang aman bagi peserta didik untuk belajar memahami perbedaan. Pendidikan karakter yang kuat akan menjadi fondasi terciptanya harmoni sosial di masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Dr. Greg Nur Hartanto menyoroti pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan perguruan tinggi dalam mendukung keberlanjutan program FKUB.
“Kolaborasi antara FKUB, satuan pendidikan, dan perguruan tinggi akan memperluas dampak program ini. Dialog lintas iman dan literasi kebangsaan perlu terus diperkuat agar generasi muda memiliki wawasan inklusif dan terbuka,” ungkapnya.
Waka Humas MAN 1 Kulon Progo, Akh. Khudlori, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa partisipasi Mansaku dalam workshop ini menjadi momentum untuk memperkuat program pembinaan karakter di madrasah.
“Kami siap mengimplementasikan nilai-nilai kerukunan dan moderasi beragama dalam berbagai program madrasah, baik melalui kegiatan pembelajaran maupun aktivitas kesiswaan. Harapannya, peserta didik memiliki pemahaman yang utuh tentang pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman,” tuturnya.
Melalui partisipasi aktif dalam forum strategis ini, MAN 1 Kulon Progo terus menunjukkan komitmennya sebagai madrasah yang adaptif, kolaboratif, dan berkontribusi dalam penguatan kerukunan umat beragama di Daerah Istimewa Yogyakarta. (akh/dpj)




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!