Nikmatnya Sahur, Indahnya Berbuka, Berkahnya Ramadan

Kenzie Bhamakerti
Siswa MTsN 5 Kulon Progo
Ramadan selalu menghadirkan suasana yang tak biasa. Bangun di waktu sahur mungkin terasa berat. Apalagi ketika mata masih ingin terpejam. Namun di balik rasa kantuk itu, ada nikmat yang tersembunyi. Duduk bersama keluarga, menyantap makanan sederhana, dan memulai hari dengan doa menjadikan sahur sebagai momen yang penuh keberkahan. Sahur bukan hanya soal mengisi tenaga. Tetapi juga tentang mempersiapkan hati untuk beribadah sepanjang hari.
Ketika matahari mulai meninggi dan rasa lapar perlahan terasa, di situlah makna puasa semakin nyata. Kita belajar menahan diri, bukan hanya dari makan dan minum. Tetapi juga dari emosi, amarah, dan perkataan yang tidak baik. Ramadan mengajarkan bahwa kekuatan seorang muslim tidak diukur dari fisik. Melainkan dari kesabaran dan keteguhan imannya. Setiap jam yang berlalu menjadi latihan untuk lebih sabar dan lebih ikhlas.
Menjelang maghrib, suasana berubah menjadi lebih hangat. Azan yang berkumandang terasa begitu menenangkan. Seteguk air dan sepotong kurma menjadi hadiah setelah seharian menahan diri. Indahnya berbuka bukan hanya karena rasa makanan yang nikmat. Tetapi karena ada rasa syukur yang tumbuh di dalam hati. Kita diingatkan bahwa nikmat Allah sangatlah luas. Bahkan dalam hal-hal yang sederhana.
Malam hari di bulan Ramadan juga memiliki keistimewaan tersendiri. Setelah berbuka dan salat Isya, umat Islam melaksanakan salat tarawih. Masjid yang lebih ramai, lantunan ayat suci Alqur’an, dan suasana khusyuk menjadikan malam Ramadan terasa berbeda. Tarawih adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperbanyak doa. Berharap agar Ramadan kali ini membawa perubahan yang lebih baik.
Pada akhirnya, Ramadan adalah tentang keberkahan yang hadir dalam setiap momen. Nikmatnya sahur, indahnya berbuka, dan khusyuknya tarawih menjadi rangkaian ibadah yang menguatkan iman. Jika dijalani dengan sungguh-sungguh. Ramadan bukan hanya menjadi rutinitas tahunan. Tetapi menjadi jalan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Semoga setiap Ramadan yang kita jalani meninggalkan jejak kebaikan dalam hati dan kehidupan kita.



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!