Penyuluh KUA Pengasih Lakukan Pembinaan Nadzir Optimalkan Kelola Aset Wakaf
Kulon Progo (KUA Pengasih)– Dalam upaya memperkuat tata kelola aset wakaf yang profesional dan akuntabel, jajaran Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Nadzir pada Kamis (05/02/2026). Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di Masjid Baiturrohmah, Janturan, Tawangsari, Pengasih.
Hadir sebagai narasumber dalam pembinaan tersebut adalah tiga Penyuluh Agama KUA Pengasih, yakni Muhammad Munawir, S.Ag, Mukhyidin, S.Kom, dan Muhammad Musodiqin, S.Sos. Di hadapan para pengelola wakaf (nadzir) setempat, para penyuluh menekankan bahwa peran nadzir saat ini bukan sekadar menjaga aset secara pasif, melainkan harus proaktif dan visioner.
Dalam paparannya, Muhammad Munawir menjelaskan bahwa nadzir memegang amanah besar yang mencakup lima pilar utama: mengurus, mengelola, mengembangkan, mengawasi, serta melindungi harta benda wakaf. “Nadzir harus memastikan bahwa pemanfaatan aset wakaf berjalan sesuai dengan niat dan tujuan wakif (pemberi wakaf). Lebih dari itu, tertib administrasi dan pelaporan kegiatan adalah kewajiban yang tidak boleh diabaikan demi transparansi dan kemaslahatan umat,” ujarnya.
Selain aspek legalitas, pembinaan ini juga menyoroti pentingnya memastikan aset wakaf tetap aman dari potensi sengketa di masa depan dan manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat luas.
Menanggapi kegiatan ini, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi dan arahan khusus terkait pentingnya sertifikasi dan profesionalisme nadzir. “Kami ingin para nadzir di wilayah Pengasih tidak hanya memiliki bekal spiritual, tetapi juga pemahaman regulasi yang kuat. Aset wakaf adalah instrumen ekonomi umat yang dahsyat jika dikelola dengan manajemen yang modern dan transparan. Harapan kami, tidak ada lagi aset wakaf yang terbengkalai atau bermasalah secara hukum,” ungkapnya.

Dengan adanya pembinaan rutin seperti ini, diharapkan tata kelola wakaf di wilayah Tawangsari, khususnya di lingkungan Masjid Baiturrohmah, dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam hal kemandirian dan kebermanfaatan umat.(lua/dpj)




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!