Perkuat Inovasi Layanan Penyuluhan, Kemenag Kota Tual Studi Tiru ke KUA Panjatan

Kulon Progo(KUA Panjatan) – KUA Kapanewon Panjatan kembali mempertegas posisinya sebagai rujukan inovasi layanan keagamaan di tingkat nasional.
Pada Jumat (13/2/2026) siang, KUA Panjatan menerima kunjungan Studi Tiru dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tual, Maluku.
Rombongan dari Indonesia Timur tersebut disambut langsung oleh Kepala KUA Panjatan, H. Basid Rustami, S.Ag, beserta jajaran Penyuluh Agama Islam dan jajarannya. Turut hadir mendampingi, Kasubbag Tata Usaha Kantor Kemenag Kulon Progo, H. Saiful Hadi, S.Ag., M.Pd.I.
Agenda utama studi tiru ini adalah pertukaran ilmu mengenai manajemen kantor dan inovasi program lapangan. KUA Panjatan memaparkan keberhasilan pengelolaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang efisien, terutama melalui penggunaan Aplikasi LURIK.
Selain aspek administratif, materi yang menjadi sorotan adalah Inovasi Kepenyuluhan. KUA Panjatan berbagi strategi bagaimana para penyuluh agama mengemas pesan-pesan keagamaan melalui media digital, bimbingan masyarakat yang kreatif, serta pendekatan yang lebih menyentuh kebutuhan rill umat di era modern.
Dalam arahannya, Kasubbag TU Kankemenag Kulon Progo, Saiful Hadi, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas wilayah ini sangat penting untuk standarisasi kualitas layanan Kementerian Agamagsecara nasional.
“Kami menyambut baik kehadiran rekan-rekan dari Kemenag Kota Tual. Studi tiru ini bukan sekadar kunjungan, tetapi momentum untuk saling menginspirasi. Inovasi seperti Aplikasi LURIK serta kreativitas dalam program kepenyuluhan di KUA Panjatan adalah bukti bahwa semangat melayani dengan cinta dapat diwujudkan melalui teknologi dan pendekatan yang tepat guna,” ujar Saiful Hadi.

Kepala KUA Panjatan, Basid Rustami, menyatakan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan oleh Kemenag Kota Tual. Beliau berharap apa yang dipelajari di Panjatan dapat diadaptasi dan dikembangkan di Maluku.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini. Berbagi ilmu tentang inovasi kegiatan, baik di kantor maupun di lapangan melalui penyuluh, adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai KUA yang terus bertransformasi. Semoga pengalaman mengenai PTSP dan aplikasi LURIK ini membawa manfaat bagi peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Tual,” ungkap Basid.
Kegiatan studi tiru ini sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama RI, yaitu Transformasi Digital dan Revitalisasi KUA. Sinergi antar-satker ini menunjukkan bahwa Kemenag berkomitmen untuk menghadirkan layanan yang lebih dekat, lebih cepat, dan lebih transparan.
KUA Panjatan membuktikan bahwa peran penyuluh agama kini tidak lagi konvensional, melainkan telah bertransformasi menjadi agen perubahan yang inovatif demi mewujudkan masyarakat yang religius dan moderat. (win/dpj )



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!