Perkuat Ketahanan Keluarga, KUA Pengasih dan Pendamping PKH Resmi Jalin Kerja Sama Holistik

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Sebuah langkah strategis dalam upaya penguatan ketahanan keluarga di Wilayah Kapanewon Pengasih resmi dimulai.

Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih dan Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pada Senin (02/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang PKH Kapanewon Pengasih ini menjadi tonggak penting kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi dengan bimbingan mental-spiritual. Acara ini dihadiri oleh Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H. S.H.I MSI, Koordinator PKH, Erwan Febri Wijayanto, S.Kom, serta seluruh Pendamping Sosial PKH dan perwakilan Penyuluh KUA Pengasih Munawir, S.Ag, Luazizah, S.H.I dan Mukhyidin, S.Kom.

Erwan Febri dalam sambutannya menekankan bahwa kolaborasi ini adalah jawaban atas kebutuhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang bersifat kompleks. Menurutnya, kesejahteraan tidak bisa hanya diukur dari angka di rekening, tapi juga kondisi psikologis dan spiritual keluarga. “Melalui MOU ini, kita menyatukan dua kekuatan: Pendamping PKH sebagai pengawal jaring pengaman sosial, dan KUA sebagai penjaga moral serta ketahanan keluarga. Selain itu, kita memastikan KPM PKH tidak hanya ‘graduasi’ secara finansial, tapi juga mandiri dan tangguh secara mental. Kolaborasi ini menyatukan intervensi kesejahteraan ekonomi dengan ketahanan keluarga secara spiritual keagamaan dan sosiologis,” paparnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi ini bertujuan untuk memastikan KPM memiliki pondasi keluarga yang kokoh melalui pembinaan mental-spiritual dari KUA, sementara kebutuhan dasar tetap terkawal oleh Pendamping PKH.

Senada dengan hal tersebut, Rangga menyatakan kesiapannya untuk menerjunkan para Penyuluh Agama Islam guna mendampingi KPM di lapangan. KUA tidak ingin hanya menjadi lembaga administrasi pernikahan, tetapi juga menjadi benteng pertahanan keluarga. “Kerja sama ini adalah bentuk pelayanan jemput bola kami kepada masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa keluarga pra-sejahtera di Pengasih memiliki ketahanan yang menyeluruh. Penyuluh kami akan masuk melalui celah edukasi, mulai dari bimbingan keluarga sakinah, pencegahan pernikahan dini, hingga manajemen konflik rumah tangga. Jika spiritualnya baik dan ekonominya didampingi, maka kemandirian keluarga akan lebih cepat tercapai,” tegasnya.

Kehadiran seluruh Pendamping PKH dan Penyuluh Agama Islam dalam penandatanganan ini menandai dimulainya aksi nyata di tingkat bawah. Ke depan, materi-materi keagamaan dan sosiologis akan disisipkan dalam agenda pertemuan peningkatan kemampuan keluarga yang rutin dilakukan oleh pendamping PKH.

Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan model pemberdayaan masyarakat yang holistik, di mana tangan pemerintah hadir tidak hanya untuk membantu kebutuhan fisik, namun juga merawat jiwa dan martabat setiap keluarga di Kapanewon Pengasih.(lua/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *