Perkuat Ketahanan Keluarga, KUA Pengasih Sinergikan Kesehatan Fisik dan Mental

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih terus berkomitmen mewujudkan keluarga berkualitas melalui program Pusat Layanan Keluarga Sakinah (Pusaka Sakinah). Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Kalurahan Margosari pada Senin (23/02/2026) ini menyasar seluruh kader kalurahan sebagai garda terdepan pendampingan keluarga di masyarakat.
Acara dibuka oleh Panewu Pengasih, Danang Subiantoro, yang memberikan penjelasan terkait kebijakan pemangkasan dana di tingkat kapanewon. Meski demikian, beliau menekankan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menyurutkan semangat pengabdian para kader. Sejalan dengan itu, Puskesmas I Pengasih, Sumiyati Mulya Dewi, A.Md.Keb, turut hadir memberikan edukasi kesehatan fisik agar para kader tetap prima dalam melayani masyarakat.
Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Luazizah, S.H.I., hadir memberikan pembekalan utama bertajuk “Menjaga Kesehatan Jasmani dan Rohani di Bulan Ramadhan”. Dalam paparannya, Luazizah menggarisbawahi bahwa program Pusaka Sakinah sangat erat kaitannya dengan pola hidup sehat. Menurutnya, ketahanan keluarga di bulan Ramadhan bermula dari kondisi fisik dan mental anggota keluarganya yang terjaga. Keluarga yang sehat secara jasmani dan rohani akan lebih stabil dalam menghadapi dinamika rumah tangga, serta lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah bersama.
Luazizah membagikan empat panduan sehat sesuai tuntunan Islam: Satu; Pola Makan Bijak: Menghindari “balas dendam” saat berbuka dan mengonsumsi karbohidrat kompleks saat sahur (seperti gandum atau nasi merah) agar energi bertahan lama. Sesuai hadis Nabi SAW: “Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu ada keberkahan.” (HR. Bukhari & Muslim). Serta hindari makanan dengan kadar gula yang tinggi dan gorengan. Dua; Manajemen Hidrasi: Mencukupi asupan 8 gelas air sehari (2-4-2). Langkah ini selaras dengan pesan QS. Al-A’raf: 31 untuk tidak berlebih-lebihan dalam mengonsumsi sesuatu agar fungsi tubuh tetap optimal.

Tiga; Konsistensi Sahur: Sahur adalah “bahan bakar” utama. Melewatkan sahur memicu tubuh lemas dan pusing yang dapat mengganggu emosi serta produktivitas dalam keluarga. Empat; Manajemen Tidur: Islam mengajarkan konsep Qailulah, tidur sejenak di siang hari sangat dianjurkan untuk membantu stamina ibadah malam (Tahajud/Tarawih), yang terakhir adalah ktivitas Fisik Ringan: Puasa bukan alasan untuk tidak bergerak. Olahraga ringan tetap disarankan untuk menjaga sirkulasi darah dan kebugaran mental. “Kesehatan adalah modal utama ketahanan keluarga. Dengan fisik yang kuat dan batin yang tenang, para kader dapat menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya dalam mewujudkan keluarga sakinah,” tutur Luazizah.
Ditemui secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I., M.S.I., mengapresiasi sinergi lintas sektoral ini. Beliau menyebut Pusaka Sakinah sebagai instrumen strategis untuk memitigasi problematika keluarga sejak dari akar rumput. “Kami berharap para kader memiliki kapasitas mumpuni untuk menyebarluaskan konsep ketahanan keluarga. Fokus kita bukan hanya hukum formal pernikahan, tapi juga kesejahteraan lahir batin setiap anggota keluarga, terlebih di momentum suci Ramadhan ini,” pungkas Rangga.(lua/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!